Pengasong-Polsuska bentrok, tiga luka
Kamis, 18 Oktober 2012 - 16:14 WIB
Pengasong-Polsuska bentrok, tiga luka
A
A
A
Sindonews.com – Tiga orang terluka usai bentrokan antara Polisi khusus kereta api (Polsuska) dengan pedagang asongan di Stasiun Wates, Kulonprogo. Bentrokan dipicu aksi petugas yang melarang pengasong memasuki kereta.
Bentrokan bermula saat KA Bengawan dari Stasiun Lempuyangan Yogyakarta tiba di Stasiun Wates pukul 18.00 WIB. Puluhan pengasong yang sudah menunggu bersiap menaiki kereta. Namun petugas Polsuska tidak mengizinkan pengasong menaiki kereta.
"Pimpinan saya dibanting salah satu pengasong, sebelum dikeroyok dan dipukuli. Posisinya jatuh, saya langsung lompat melindungi dia. Sempat adu mulut, mereka ingin naik karena alasan kebutuhan perut, sedangkan manajemen KA tetap tidak memperbolehkan,” kata anggota Polsuska Sujatmiko, Rabu 17 Oktober 2012 malam.
Sujatmiko mengatakan, ada pengasong yang juga melempari batu saat keributan terjadi. Namun, pihaknya tidak membalas dan hanya mengamankan korban yang terjatuh.
Keributan baru reda setelah petugas polisi dari Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polres Kulonprogo datang ke lokasi. Supervisor Operasional Polsuska Rusmiarso yang menjadi korban langsung dilarikan ke RSUD Wates. Sementara lima orang pengasong diamankan ke Mapolres Kulonprogo.
Maryoto (50), salah satu pengasong mengatakan, saat KA Bengawan tiba di Stasiun Wates, dia bersama sekira 30 temannya sudah bersiap naik untuk kembali ke Kebumen dan Kutoarjo. Saat itu, salah seorang Polsuska memerintahkan agar pengasong minggir dengan kata-kata yang kurang santun.
Menurut dia, dua pengasong terluka terkena pukulan petugas Polsuska. Keduanya mengalami dua benjolan di kepala dan sementara bagian kepala Yadi bocor. Tiga pengasong lain, termosnya pecah, yakni milik Didit, Iwan, dan Wiwin.
Kini kasus ini masih ditangani di Unit Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Kulonprogo dengan meminta keterangan pihak yang terlibat keributan.
Bentrokan bermula saat KA Bengawan dari Stasiun Lempuyangan Yogyakarta tiba di Stasiun Wates pukul 18.00 WIB. Puluhan pengasong yang sudah menunggu bersiap menaiki kereta. Namun petugas Polsuska tidak mengizinkan pengasong menaiki kereta.
"Pimpinan saya dibanting salah satu pengasong, sebelum dikeroyok dan dipukuli. Posisinya jatuh, saya langsung lompat melindungi dia. Sempat adu mulut, mereka ingin naik karena alasan kebutuhan perut, sedangkan manajemen KA tetap tidak memperbolehkan,” kata anggota Polsuska Sujatmiko, Rabu 17 Oktober 2012 malam.
Sujatmiko mengatakan, ada pengasong yang juga melempari batu saat keributan terjadi. Namun, pihaknya tidak membalas dan hanya mengamankan korban yang terjatuh.
Keributan baru reda setelah petugas polisi dari Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polres Kulonprogo datang ke lokasi. Supervisor Operasional Polsuska Rusmiarso yang menjadi korban langsung dilarikan ke RSUD Wates. Sementara lima orang pengasong diamankan ke Mapolres Kulonprogo.
Maryoto (50), salah satu pengasong mengatakan, saat KA Bengawan tiba di Stasiun Wates, dia bersama sekira 30 temannya sudah bersiap naik untuk kembali ke Kebumen dan Kutoarjo. Saat itu, salah seorang Polsuska memerintahkan agar pengasong minggir dengan kata-kata yang kurang santun.
Menurut dia, dua pengasong terluka terkena pukulan petugas Polsuska. Keduanya mengalami dua benjolan di kepala dan sementara bagian kepala Yadi bocor. Tiga pengasong lain, termosnya pecah, yakni milik Didit, Iwan, dan Wiwin.
Kini kasus ini masih ditangani di Unit Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Kulonprogo dengan meminta keterangan pihak yang terlibat keributan.
(rsa)