Siswa BP2IP tewas, polisi bidik 2 tersangka
Kamis, 18 Oktober 2012 - 14:02 WIB
Siswa BP2IP tewas, polisi bidik 2 tersangka
A
A
A
Sindonews.com - Polrestabes Surabaya hingga kini masih mendalami kasus tewasnya calon taruna (catar) Balai Pusat Pelatihan Ilmu Pelayaran (BP2IP) Surabaya Maulana Aniul Yakin. Polisi telah membidik dua orang yang bakal dijadikan tersangka.
Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Farman mengatakan, sudah ada 27 orang yang diperiksa Polisi sebagai saksi. Polisi juga membidik dua orang sebagai tersangka.
"Bisa dua orang atau lebih yang akan kami tetapkan sebagai tersangka atas insiden tersebut," ungkap Farman menjelaskan kepada wartawan di Mapolrestabes, Kamis (18/10/2012).
Farman menjelaskan, 27 orang sakasi yang diperiksa itu berasal dari pihak kampus. Di antaranya, pembina saat pelatihan dan senior korban.
Farman juga enggan menyebut siapa dua orang yang dibidik menjadi tersangka atas tewasnya catar asal Bangkalan, Madura itu. Polisi akan melakukan prarekonstruksi atas insiden tersebut untuk acuan bagi pihak kepolisian.
Sementara hasil visum yang dikeluarkan oleh RSUD Dokter Soetomo menyatakan kematian korban karena tenggelam. Di Paru-paru korban ditemukan serbuk pasir dan tidak ada tanda-tanda penganiayaan.
"Serbuk pasir itu dari dasar kolam, yang kemungkinan masuk ke paru-paru korban, saat korban berusaha menyelamatkan diri," papar Farman.
Seperti diberitakan sebelumnya, Polisi menyebut ada unsur kelalaian atas tewasnya Maulana.
Pasalnya, catar berusia 19 Tahun ini diketahui tidak bisa berenang namun harus mengikuti kegiatan Out Door Management Training (OMT) yakni penyeberangan basah di kolam renang sedalam lima Meter kampus tersebut. Jenazah Maulana ditemukan di dasar kolam setelah pihak kampus BP2IP melakukan pencarian.
Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Farman mengatakan, sudah ada 27 orang yang diperiksa Polisi sebagai saksi. Polisi juga membidik dua orang sebagai tersangka.
"Bisa dua orang atau lebih yang akan kami tetapkan sebagai tersangka atas insiden tersebut," ungkap Farman menjelaskan kepada wartawan di Mapolrestabes, Kamis (18/10/2012).
Farman menjelaskan, 27 orang sakasi yang diperiksa itu berasal dari pihak kampus. Di antaranya, pembina saat pelatihan dan senior korban.
Farman juga enggan menyebut siapa dua orang yang dibidik menjadi tersangka atas tewasnya catar asal Bangkalan, Madura itu. Polisi akan melakukan prarekonstruksi atas insiden tersebut untuk acuan bagi pihak kepolisian.
Sementara hasil visum yang dikeluarkan oleh RSUD Dokter Soetomo menyatakan kematian korban karena tenggelam. Di Paru-paru korban ditemukan serbuk pasir dan tidak ada tanda-tanda penganiayaan.
"Serbuk pasir itu dari dasar kolam, yang kemungkinan masuk ke paru-paru korban, saat korban berusaha menyelamatkan diri," papar Farman.
Seperti diberitakan sebelumnya, Polisi menyebut ada unsur kelalaian atas tewasnya Maulana.
Pasalnya, catar berusia 19 Tahun ini diketahui tidak bisa berenang namun harus mengikuti kegiatan Out Door Management Training (OMT) yakni penyeberangan basah di kolam renang sedalam lima Meter kampus tersebut. Jenazah Maulana ditemukan di dasar kolam setelah pihak kampus BP2IP melakukan pencarian.
(azh)