Polisi-buruh kembali bentrok di Jombang
Kamis, 18 Oktober 2012 - 11:41 WIB
Polisi-buruh kembali bentrok di Jombang
A
A
A
Sindonews.com - Aksi unjuk rasa ratusan buruh di Kabupaten Jombang, Jawa Timur berakhir ricuh. Aksi para buruh yang menuntut sistem outsourcing dihapus dibubarkan paksa polisi lantaran mencoba memblokir pintu masuk perusahaan PT Mentari Internasional.
Aksi unjuk rasa buruh PT Mentari Internasionla kembali berlangsung, Kamis (18/10/2012). Aksi para buruh ini terpaksa dibubarkan aparat kepolisian lantaran para buruh kembali memblokir pintu masuk PT Mentari Internasional dan mencoba memblokir Jalan Jombang-Surabaya.
Polisi yang datang ke lokasi langsung membubarkan aksi tersebut hingga terlibat bentrok dan saling dorong dengan buruh. Kesal dibubarkan paksa, para buruh kemudian menyebar dan melakukan sweeping di jalan-jalan terhadap ribuan buruh lainnya yang hendak masuk kerja.
Para buruh mengaku terpaksa melakukan tindakan anarkis seperti ini karena pemilik perusahaan yang bergerak di industri mainan sampai saat ini tak kunjung mau memenuhi tuntutan mereka untuk menghapus sistem kerja kontrak dan mengangkat mereka menjadi karyawan tetap.
Para buruh menuduh pemilik perusahaan asal Korea tersebut terus membohongi para buruh dengan janji akan berunding, namun setiap kali perundingan di gelar pemilik perusahaan tak pernah mau datang. Hingga berita ini di turunkan aksi para buruh masih terus berlanjut.
Aksi unjuk rasa buruh PT Mentari Internasionla kembali berlangsung, Kamis (18/10/2012). Aksi para buruh ini terpaksa dibubarkan aparat kepolisian lantaran para buruh kembali memblokir pintu masuk PT Mentari Internasional dan mencoba memblokir Jalan Jombang-Surabaya.
Polisi yang datang ke lokasi langsung membubarkan aksi tersebut hingga terlibat bentrok dan saling dorong dengan buruh. Kesal dibubarkan paksa, para buruh kemudian menyebar dan melakukan sweeping di jalan-jalan terhadap ribuan buruh lainnya yang hendak masuk kerja.
Para buruh mengaku terpaksa melakukan tindakan anarkis seperti ini karena pemilik perusahaan yang bergerak di industri mainan sampai saat ini tak kunjung mau memenuhi tuntutan mereka untuk menghapus sistem kerja kontrak dan mengangkat mereka menjadi karyawan tetap.
Para buruh menuduh pemilik perusahaan asal Korea tersebut terus membohongi para buruh dengan janji akan berunding, namun setiap kali perundingan di gelar pemilik perusahaan tak pernah mau datang. Hingga berita ini di turunkan aksi para buruh masih terus berlanjut.
(azh)