Jelang panen, 50 hektare lahan melon terendam
Rabu, 17 Oktober 2012 - 22:04 WIB
Jelang panen, 50 hektare lahan melon terendam
A
A
A
Sindonews.com – Petani melon Kecamatan Lendah dan Sentolo, Kulonprogo, harus merugi. Hujan deras yang mengguyur wilayah itu pada Selasa 16 Oktober 2012 malam lalu, telah merendam 50 hektare lahan pertanian melon siap panen.
Salah satu petani, Pangat (50), mengaku tidak dapat berbuat banyak. Dari 8.000 meter lahan pertaniannya, tidak ada satu pun yang dapat diselamatkan. Genangan air juga tidak dapat dibuang karena lokasi ke saluran cukup jauh.
“Disedot tetap tidak bisa, susah. Dari lahan ke saluran itu sekitar 500 meter, jadi selangnya tidak sampai. Walaupun disedot dengan diesel, tetap sulit. Pasrah saja, padahal seminggu lagi panen,” kata Pangat, Rabu (17/10/2012).
Senada diungkapkan oleh Suroto (40). Menurutnya, 2.000 meter lahan pertanian melonnya tidak ada yang bisa diselamatkan. Dia juga tidak berani memanen melon lebih awal, karena tidak akan laku di pasaran.
“Dijual juga tidak laku, karena melon yang sudah terendam akan cepat busuk. Kami pasrah saja dengan kerugian sekitar Rp50 juta,” katanya.
Sementara itu Camat Lendah, Sumiran mengatakan, pihaknya akan melaporkan kejadian tersebut kepada pemerintah kabupaten untuk segera ditindaklanjuti.
Pihaknya juga akan melakukan koordinasi dengan kelompok tani untuk bekerja sama membersihkan saluran air, karena hujan diprediksi masih akan terus berlanjut dengan curah yang tinggi.
“Kerugian petani berlipat. Selain lahan pertanian, harga panen melon kali ini juga anjlok. Kita akan lakukan pendataan untuk menghitung total lahan yang terendam banjir,” tandasnya.
Salah satu petani, Pangat (50), mengaku tidak dapat berbuat banyak. Dari 8.000 meter lahan pertaniannya, tidak ada satu pun yang dapat diselamatkan. Genangan air juga tidak dapat dibuang karena lokasi ke saluran cukup jauh.
“Disedot tetap tidak bisa, susah. Dari lahan ke saluran itu sekitar 500 meter, jadi selangnya tidak sampai. Walaupun disedot dengan diesel, tetap sulit. Pasrah saja, padahal seminggu lagi panen,” kata Pangat, Rabu (17/10/2012).
Senada diungkapkan oleh Suroto (40). Menurutnya, 2.000 meter lahan pertanian melonnya tidak ada yang bisa diselamatkan. Dia juga tidak berani memanen melon lebih awal, karena tidak akan laku di pasaran.
“Dijual juga tidak laku, karena melon yang sudah terendam akan cepat busuk. Kami pasrah saja dengan kerugian sekitar Rp50 juta,” katanya.
Sementara itu Camat Lendah, Sumiran mengatakan, pihaknya akan melaporkan kejadian tersebut kepada pemerintah kabupaten untuk segera ditindaklanjuti.
Pihaknya juga akan melakukan koordinasi dengan kelompok tani untuk bekerja sama membersihkan saluran air, karena hujan diprediksi masih akan terus berlanjut dengan curah yang tinggi.
“Kerugian petani berlipat. Selain lahan pertanian, harga panen melon kali ini juga anjlok. Kita akan lakukan pendataan untuk menghitung total lahan yang terendam banjir,” tandasnya.
(rsa)