Pelebaran jalan, Margonda Depok macet parah
Rabu, 17 Oktober 2012 - 18:17 WIB
Pelebaran jalan, Margonda Depok macet parah
A
A
A
Sindonews.com - Pelebaran jalan yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok di sisi kanan dan kiri Jalan Margonda Depok, menyebabkan kemacetan parah.
Tirta, salah seorang warga Depok mengeluhkan kemacetan yang ditimbulkan akibat proyek tersebut. Terlebih, pengerjaan pelebaran jalan ini akan berlangsung hingga akhir Desember 2012.
"Macetnya parah, dari ujung lampu merah sampai terminal. Harusnya ada polisi yang berjaga untuk mengatur," kata Tirta, salah satu warga, di Depok, Rabu (17/10/2012).
Mala, warga lainnya menyayangkan penebangan pohon di sepanjang jalan yang terkena proyek. Pasalnya, jalanan menjadi gersang. Selain itu, hak pejalan kaki pun hilang.
"Kalau ada pohon kan jadi tidak panas dan lebih teduh. Kalau ditebang ya panas. Sekarang proyeknya malah bikin macet, saya juga susah buat jalan kaki," ujarnya.
Menanggapi hal ini, Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (Bimasda) Kota Depok Roni Ghufroni meminta agar pengguna jalan agar bersabar.
Pasalnya, pelebaran jalan ini mendesak untuk dikerjakan di sisi kanan dan kiri, untuk mengurangi kemacetan.
"Nantinya, Jalan Margonda menjadi delapan lajur dengan lebar 32 meter, masing-masing tiga meter. Pelebaran jalan menelan anggaran hingga Rp12 Miliar yang didapat dari APBD provinsi.
Nantinya, seluruh bangunan di sepanjang proyek akan dimundurkan hingga 10 meter. Pemkot juga akan melakukan penanaman pohon kembali.
"Sebelum dilakukan pemunduran bagunan maka ditanam pohon rambat dulu," tandasnya.
Tirta, salah seorang warga Depok mengeluhkan kemacetan yang ditimbulkan akibat proyek tersebut. Terlebih, pengerjaan pelebaran jalan ini akan berlangsung hingga akhir Desember 2012.
"Macetnya parah, dari ujung lampu merah sampai terminal. Harusnya ada polisi yang berjaga untuk mengatur," kata Tirta, salah satu warga, di Depok, Rabu (17/10/2012).
Mala, warga lainnya menyayangkan penebangan pohon di sepanjang jalan yang terkena proyek. Pasalnya, jalanan menjadi gersang. Selain itu, hak pejalan kaki pun hilang.
"Kalau ada pohon kan jadi tidak panas dan lebih teduh. Kalau ditebang ya panas. Sekarang proyeknya malah bikin macet, saya juga susah buat jalan kaki," ujarnya.
Menanggapi hal ini, Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (Bimasda) Kota Depok Roni Ghufroni meminta agar pengguna jalan agar bersabar.
Pasalnya, pelebaran jalan ini mendesak untuk dikerjakan di sisi kanan dan kiri, untuk mengurangi kemacetan.
"Nantinya, Jalan Margonda menjadi delapan lajur dengan lebar 32 meter, masing-masing tiga meter. Pelebaran jalan menelan anggaran hingga Rp12 Miliar yang didapat dari APBD provinsi.
Nantinya, seluruh bangunan di sepanjang proyek akan dimundurkan hingga 10 meter. Pemkot juga akan melakukan penanaman pohon kembali.
"Sebelum dilakukan pemunduran bagunan maka ditanam pohon rambat dulu," tandasnya.
(maf)