Kepsek Purnama siap hadapi laporan siswanya
Selasa, 16 Oktober 2012 - 17:33 WIB
Kepsek Purnama siap hadapi laporan siswanya
A
A
A
Sindonews.com - Dilaporkan melakukan penganiayaan, Kepala Sekolah (Kepsek) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Purnama siap menghadapinya. Ia mengaku tidak bersalah atas perbuatannya.
Kepsek SMK Purnama, Yuswadi menuding Steven adalah siswa yang memiliki catatan buruk di sekolah. Steven sudah empat bulan membolos dan tidak membayar uang Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP). Namun pihak sekolah tidak pernah mempermasalahkan hal tersebut.
“Saya tidak pernah melakukan hal yang ditudingkan dia (Steven),” kata Yuswadi, Depok, Selasa (16/10/2012).
Selain Steven, Yuswadi mengungkapkan kalau dua kakak Steven yang juga alumni STM Purnama masih memiliki tunggakan SPP. Kendati kedua kakaknya sudah lulus dan bekerja tapi tak pernah menyelesaikan tunggakan tersebut.
“Sekolah tak pernah permasalahkan. Saya justru selamatkan anak nakal sekolah disini,” ucapnya.
Yuswadi mengaku siap dengan pelaporan siswanya tersebut ke Polsek Sukmajaya. Ia membela diri dengan mengaku tak bersalah atas tindakan tersebut. Dia juga bersikeras membantah tudingan Stefan.
Siti Komariah, Wali Kelas Stefan saat duduk di kelas X mengaku, dirinya tidak memiliki data nilai sama sekali.
“Karena bolos selama empat bulan, dia nggak memiliki nilai sama sekali. Kalau begini, sebenarnya dia kan bisa nggak naik kelas. Tapi saya usahakan agar dia naik kelas,” kata Siti.
Kepsek SMK Purnama, Yuswadi menuding Steven adalah siswa yang memiliki catatan buruk di sekolah. Steven sudah empat bulan membolos dan tidak membayar uang Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP). Namun pihak sekolah tidak pernah mempermasalahkan hal tersebut.
“Saya tidak pernah melakukan hal yang ditudingkan dia (Steven),” kata Yuswadi, Depok, Selasa (16/10/2012).
Selain Steven, Yuswadi mengungkapkan kalau dua kakak Steven yang juga alumni STM Purnama masih memiliki tunggakan SPP. Kendati kedua kakaknya sudah lulus dan bekerja tapi tak pernah menyelesaikan tunggakan tersebut.
“Sekolah tak pernah permasalahkan. Saya justru selamatkan anak nakal sekolah disini,” ucapnya.
Yuswadi mengaku siap dengan pelaporan siswanya tersebut ke Polsek Sukmajaya. Ia membela diri dengan mengaku tak bersalah atas tindakan tersebut. Dia juga bersikeras membantah tudingan Stefan.
Siti Komariah, Wali Kelas Stefan saat duduk di kelas X mengaku, dirinya tidak memiliki data nilai sama sekali.
“Karena bolos selama empat bulan, dia nggak memiliki nilai sama sekali. Kalau begini, sebenarnya dia kan bisa nggak naik kelas. Tapi saya usahakan agar dia naik kelas,” kata Siti.
(ysw)