Ditendang guru, siswa STM lapor polisi
Selasa, 16 Oktober 2012 - 13:44 WIB
Ditendang guru, siswa STM lapor polisi
A
A
A
Sindonews.com - Steven (17), seorang siswa jurusan otomotif STM Purnama Sukmajaya, Depok, melaporkan oknum guru di sekolahnya atas dugaan kekerasan, dan penganiayaan.
Steven mengatakan, kejadian yang menimpanya bermula saat dirinya akan melaksanakan Ujian Tengah Semester (UTS) sekira pukul 08.00 WIB. Saat dirinya duduk di pinggir lapangan sekolah, dirinya ditanya oleh kepala sekolah.
"Saya lagi duduk di lapangan ditanya sama Kepala Sekolah, rumah saya di mana, dua kali saya ditanya seperti itu. Kemudian saya ditantang, dan ditanya tahu tidak siapa kepala sekolah di sekolah itu. kemudian langsung ditendang," katanya di Mapolsek Sukmajaya, Depok, Selasa (16/10/2012).
Dia mengungkapkan, dirinya tidak pernah bermasalah dengan kepala sekolah, dan hanya memiliki tunggakan bayaran sekolah. "Saya kan mau belajar, bukan dihajar. Dia (Kepsek) memanggil ibu, dan guru saya, ibu saya langsung bilang mau lapor polisi. Setelah keluar gerbang sekolah, ibu saya dipanggil, dia bilang ibu maunya apa," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah STM Purnama Yuswadi mengaku siap dengan pelaporan siswanya tersebut ke Polsek Sukmajaya. Ia mengklaim, tidak bersalah.
"Steven dia siswa yang jarang masuk. Sudah empat bulan bahkan bolos, sekolah tak pernah permasalahkan. Mau divisum apanya, kita tahu aturan begitu, enggak mungkin saya nendang. Saya justru selamatkan anak nakal sekolah di sini, belum bayar juga," ujarnya.
Dia juga mengungkapkan, dua orang kakak korban sebenarnya juga masih memiliki tunggakan di sekolah tersebut, meski telah lulus. "Hendra dan Herwin kakaknya masih ada tunggakan, padahal sudah kerja, masih tak kami tagih. Justru mereka tidak terima kasih," tandasnya.
Steven mengatakan, kejadian yang menimpanya bermula saat dirinya akan melaksanakan Ujian Tengah Semester (UTS) sekira pukul 08.00 WIB. Saat dirinya duduk di pinggir lapangan sekolah, dirinya ditanya oleh kepala sekolah.
"Saya lagi duduk di lapangan ditanya sama Kepala Sekolah, rumah saya di mana, dua kali saya ditanya seperti itu. Kemudian saya ditantang, dan ditanya tahu tidak siapa kepala sekolah di sekolah itu. kemudian langsung ditendang," katanya di Mapolsek Sukmajaya, Depok, Selasa (16/10/2012).
Dia mengungkapkan, dirinya tidak pernah bermasalah dengan kepala sekolah, dan hanya memiliki tunggakan bayaran sekolah. "Saya kan mau belajar, bukan dihajar. Dia (Kepsek) memanggil ibu, dan guru saya, ibu saya langsung bilang mau lapor polisi. Setelah keluar gerbang sekolah, ibu saya dipanggil, dia bilang ibu maunya apa," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah STM Purnama Yuswadi mengaku siap dengan pelaporan siswanya tersebut ke Polsek Sukmajaya. Ia mengklaim, tidak bersalah.
"Steven dia siswa yang jarang masuk. Sudah empat bulan bahkan bolos, sekolah tak pernah permasalahkan. Mau divisum apanya, kita tahu aturan begitu, enggak mungkin saya nendang. Saya justru selamatkan anak nakal sekolah di sini, belum bayar juga," ujarnya.
Dia juga mengungkapkan, dua orang kakak korban sebenarnya juga masih memiliki tunggakan di sekolah tersebut, meski telah lulus. "Hendra dan Herwin kakaknya masih ada tunggakan, padahal sudah kerja, masih tak kami tagih. Justru mereka tidak terima kasih," tandasnya.
(lil)