Rencana pembangunan rest area Banjaroyo disorot
Senin, 15 Oktober 2012 - 16:24 WIB
Rencana pembangunan rest area Banjaroyo disorot
A
A
A
Sindonews.com – DPRD Kulonprogo menyoroti rencana pembangunan rest area di jalur utama Kulonprogo-Muntilan, atau tepatnya di Desa Banjaroyo, Kalibawang. Dewan khawatir rest area ini mangkrak seperti rest area di perbatasan Temon-Purworejo. Karena itu, dewan meminta rest area dikelola secara profesional.
Ketua DPRD Kulonprogo, Yuliardi menegaskan, dewan mendukung penuh rencana pembangunan rest area untuk mendukung sektor pariwisata dari sisi utara. Kehadiran rest area, diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.
“Kami harap rest area dapat dimanfaatkan masyarakat untuk menjual produk unggulan di daerah itu, seperti durian menoreh. Sehingga harapannya dapat meningkatkan kesejahteraan mereka,” kata Yuliardi, Senin(15/10).
Meski begitu, dia meminta rest area itu dikelola secara profesional. Tujuannya agar kegagalan pengembangan rest are di perbatasan Temon- Purworejo tidak terulang lagi.
“Jangan sampai mangkrak lagi. Karena itu, pengelolaannya nanti harus benar-benar profesional,” tegasnya.
Ia menginginkan, pembangunan rest area Banjaroyo harus bermanfaat bagi warga sekitar. Sehingga nantinya masyarakat bisa mendapatkan tambahan penghasilan.
“Kalibawang dan Samigaluh memiliki produk unggulan yang masih butuh dukungan. Sehingga rest area menjadi tempat yang bagus untuk memasarkan produk yang ada di wilayah itu,” tambah dia.
Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kulonprogo, Eko Wisnu Wardana mengatakan, pembangunan rest area Banjaroyo akan dilakukan oleh Dinas Pariwisata DIY, dengan anggaran Rp300 juta. Tujuan rest area itu untuk mendukung pariwisata Sendangsono, Puncak Suroloyo serta wisata lainnya seperti durian menorah.
Ketua DPRD Kulonprogo, Yuliardi menegaskan, dewan mendukung penuh rencana pembangunan rest area untuk mendukung sektor pariwisata dari sisi utara. Kehadiran rest area, diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.
“Kami harap rest area dapat dimanfaatkan masyarakat untuk menjual produk unggulan di daerah itu, seperti durian menoreh. Sehingga harapannya dapat meningkatkan kesejahteraan mereka,” kata Yuliardi, Senin(15/10).
Meski begitu, dia meminta rest area itu dikelola secara profesional. Tujuannya agar kegagalan pengembangan rest are di perbatasan Temon- Purworejo tidak terulang lagi.
“Jangan sampai mangkrak lagi. Karena itu, pengelolaannya nanti harus benar-benar profesional,” tegasnya.
Ia menginginkan, pembangunan rest area Banjaroyo harus bermanfaat bagi warga sekitar. Sehingga nantinya masyarakat bisa mendapatkan tambahan penghasilan.
“Kalibawang dan Samigaluh memiliki produk unggulan yang masih butuh dukungan. Sehingga rest area menjadi tempat yang bagus untuk memasarkan produk yang ada di wilayah itu,” tambah dia.
Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kulonprogo, Eko Wisnu Wardana mengatakan, pembangunan rest area Banjaroyo akan dilakukan oleh Dinas Pariwisata DIY, dengan anggaran Rp300 juta. Tujuan rest area itu untuk mendukung pariwisata Sendangsono, Puncak Suroloyo serta wisata lainnya seperti durian menorah.
(ysw)