Polisi buru provokator bentrok sengketa lahan
Minggu, 14 Oktober 2012 - 02:12 WIB
Polisi buru provokator bentrok sengketa lahan
A
A
A
Sindonews.com - Jajaran Kepolisian Resort Kota Besar (Polrestabes) Makasar, masih memburu pelaku yang memprovokasi warga hingga mengakibatkan, dua rumah dan 61 motor dibakar pada Jum'at 12 Oktober 2012 lalu.
Sebelumnya, tawuran antara warga dan pihak GMTD pecah, saat sejumlah orang yang tidak dikenal langsung membakar rumah warga yang hendak melaksanakan Salat Jum'at, aksi ini kemudian mendapat perlawanan warga. Karena kalah jumlah para pelaku langsung melarikan diri, warga yang marah kemudian membakar 61 motor yang terparkir di area lahan yang bersengketa.
Diketahui, lahan yang luasnya sekitar 6,8 hektar, menjadi sengketa saat pihak GMTD membeli lahan tersebut. Namun salah satu ahli waris lahan itu, menggugat dan bertahan di tempat itu.
Kepolrestabes Makassar, Komisaris Besar (Kombes), Erwin Triwanto, mengatakan pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap sejumlah orang yang diduga sebagai provokator.
"Orang tersebut memprovokasi warga, hingga terjadi aksi pembakaran," kata Erwin di Mapolrestabes, Sabtu 13 Oktober 2012.
Kendati demikian, lanjutnya polisi masih melakukan pengamanan di lokasi bentrokkan.
Diketahui, akibat tawuran tersebut, enam orang dari pihak GMTD mmengalami luka, akibat tebasan parang dan panah, yakni Suardi (45), terkena tebasan dikepala bagian belakang dan panah bagian punggung. Satria (18) terkena panah dibagian betis kiri, Sitto (42) tekena panah dilengan kiri, Bachtiar (55) terkena panah di punggung, dan Daeng Tulung terkena tebasan pada leher belakang.
Sebelumnya, tawuran antara warga dan pihak GMTD pecah, saat sejumlah orang yang tidak dikenal langsung membakar rumah warga yang hendak melaksanakan Salat Jum'at, aksi ini kemudian mendapat perlawanan warga. Karena kalah jumlah para pelaku langsung melarikan diri, warga yang marah kemudian membakar 61 motor yang terparkir di area lahan yang bersengketa.
Diketahui, lahan yang luasnya sekitar 6,8 hektar, menjadi sengketa saat pihak GMTD membeli lahan tersebut. Namun salah satu ahli waris lahan itu, menggugat dan bertahan di tempat itu.
Kepolrestabes Makassar, Komisaris Besar (Kombes), Erwin Triwanto, mengatakan pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap sejumlah orang yang diduga sebagai provokator.
"Orang tersebut memprovokasi warga, hingga terjadi aksi pembakaran," kata Erwin di Mapolrestabes, Sabtu 13 Oktober 2012.
Kendati demikian, lanjutnya polisi masih melakukan pengamanan di lokasi bentrokkan.
Diketahui, akibat tawuran tersebut, enam orang dari pihak GMTD mmengalami luka, akibat tebasan parang dan panah, yakni Suardi (45), terkena tebasan dikepala bagian belakang dan panah bagian punggung. Satria (18) terkena panah dibagian betis kiri, Sitto (42) tekena panah dilengan kiri, Bachtiar (55) terkena panah di punggung, dan Daeng Tulung terkena tebasan pada leher belakang.
(ysw)