KarSa jilid II segera di-launching
Sabtu, 13 Oktober 2012 - 20:01 WIB
KarSa jilid II segera di-launching
A
A
A
Sindonews.com - Soekarwo dan Saifullah dipastikan kembali maju dalam bursa Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur yang dihelat tahun depan. Pasangan incumbent jilid II ini akan resmi dilaunching, 12 Februari 2013.
"Tadi usulnya Gus Ipul tanggal 12 februari mawon Pak De (sapaan Soekarwo). Yo wes manut saja," ujar Pak De Karwo di Grahadi, Sabtu (13/10/2012).
Alasannya dipilih tanggal tersebut bersamaan dengan ulang tahun KarSa atau masa jabatan memerintah Jawa Timur yang sudah 4 Tahun ini.
Keputusan Soekarwo ini otomatis mematahkan harapan sejumlah partai politik yang beberapa kali menyodorkan kadernya sebagai pendamping di Pilgub Jatim yang rencana digelar 29 Agustus 2013 itu.
"Ya saya cocoknya sama Gus Ipul. Dan ndak boleh Cawagubnya dua," ujarnya.
Menurutnya, selama 4 tahun menjabat Gubernur dan Wakil Gubernur ini, konsep telah berjalan. Artinya, Disparitas di Jawa Timur semakin mengecil. Hal itu berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim.
"Orang boleh berkata tidak sepakat. Tapi BPS orang-orangnya profesional, dan mereka juga sekolah dan melakukan survei," katanya.
Ia juga mengaku, tidak akan serba salah ketika memutuskan untuk menggandeng Saifulloh Yusuf sebagai Wakilnya. "Ewoh pakewoh tidak usah tenang saja," cetusnya.
Kembali bersatunya pasangan KarSa ini memang sudah diprediksi sebelumnya. Terlebih lagi, sebelum muncul nama Saifulloh Yusuf, dalam beberapa kesempatan Ketua DPD Parti Demokrat Jawa Timur ini selalu menyebut bahwa wakilnya dari kalangan Nahdliyyin.
Selain itu, digandengnya Gus Ipul diharapkan mampu meraup dukungan dari masyarakat NU di Jawa Timur. Terlebih lagi, Khofifah Indar Parawansah ketua Muslimat NU itu disebut-sebut bakal maju lagi di Pilgub Jatim.
"Tadi usulnya Gus Ipul tanggal 12 februari mawon Pak De (sapaan Soekarwo). Yo wes manut saja," ujar Pak De Karwo di Grahadi, Sabtu (13/10/2012).
Alasannya dipilih tanggal tersebut bersamaan dengan ulang tahun KarSa atau masa jabatan memerintah Jawa Timur yang sudah 4 Tahun ini.
Keputusan Soekarwo ini otomatis mematahkan harapan sejumlah partai politik yang beberapa kali menyodorkan kadernya sebagai pendamping di Pilgub Jatim yang rencana digelar 29 Agustus 2013 itu.
"Ya saya cocoknya sama Gus Ipul. Dan ndak boleh Cawagubnya dua," ujarnya.
Menurutnya, selama 4 tahun menjabat Gubernur dan Wakil Gubernur ini, konsep telah berjalan. Artinya, Disparitas di Jawa Timur semakin mengecil. Hal itu berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim.
"Orang boleh berkata tidak sepakat. Tapi BPS orang-orangnya profesional, dan mereka juga sekolah dan melakukan survei," katanya.
Ia juga mengaku, tidak akan serba salah ketika memutuskan untuk menggandeng Saifulloh Yusuf sebagai Wakilnya. "Ewoh pakewoh tidak usah tenang saja," cetusnya.
Kembali bersatunya pasangan KarSa ini memang sudah diprediksi sebelumnya. Terlebih lagi, sebelum muncul nama Saifulloh Yusuf, dalam beberapa kesempatan Ketua DPD Parti Demokrat Jawa Timur ini selalu menyebut bahwa wakilnya dari kalangan Nahdliyyin.
Selain itu, digandengnya Gus Ipul diharapkan mampu meraup dukungan dari masyarakat NU di Jawa Timur. Terlebih lagi, Khofifah Indar Parawansah ketua Muslimat NU itu disebut-sebut bakal maju lagi di Pilgub Jatim.
(lns)