Proyek kapal Pinisi salahi RAB

Kamis, 11 Oktober 2012 - 14:53 WIB
Proyek kapal Pinisi...
Proyek kapal Pinisi salahi RAB
A A A
Sindonews.com - Proyek pengerjaan kapal Pinisi yang dikerjakan di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), menyalahi Rancangan Anggaran Belanja (RAB) yang berlaku.

Pasalnya, hasil kunjungan anggota DPRD Bulukumba, kemarin, menemukan dua poin yang tak sesuai dengan RAB khususnya jumlah baut besi yang digunakan dan volume valka (tempat ikan) kapal yang kecil. Sedang lain sudah bagus.

“Kami sudah merekomendasikan dua poin itu untuk segera dibenahi karena berbeda di RAB dengan realisasi di lapangan. Dibehani sebab kalau tidak jelas akan menjadi temuan dalam penyerahan nantinya,” ungkap Sekretaris Komisi B DPRD Bulukumba, Zulkifli Saiyye menjelaskan kepada wartawan, Kamis (11/10/2012).

Menurut dia, sedang pengerjaan kapal penangkap ikan tersebut sudah mencapai 40 persen, sehingga diprediksi selesai November mendatang. “Rekanan berjanji menyelesaikan sebelum kontrak berakhir. Apalagi, bahan baku siap disana,” ujarnya.

Selain itu, Zulkifli mengatakan pengalihan pembuatan phinisi keluar daerah sebenarnya sudah sesuai. Hanya, dibutuhkan ada pengawasan yang maksimal biar rekanan bekerja berdasar RAB. “Yang perlu adalah pengawasan harus ditingkatkan,” tandasnya.

Bahkan, lanjut dia, bukan saja Bulukumba yang bekerja di sana, namun ada beberapa dari daerah lain juga pesan di Kendari. Alasanya, karena bahan baku muda didapatkan. Apalagi, waktu diberikan cukup terbatas sehingga jika dikerjakan di Bulukumba bisa tidak selesai sesuai jadwal.

“Alasan rekanan juga masuk akal sebenarnya mengalihkan karena bahan baku. Sebab, kalau disini bisa tidak selesai tepat waktu. Nah, jika itu terjadi bisa saja bantuan berikutnya tidak turun lagi karena bermasalah. Ini harus dipahami semua elemen,” tuturnya.

Ketua Komisi A DPRD Bulukumba Fahidin HDK mengemukakan, pihaknya sama sekali tidak menerima alasan pemkab karena bahan baku yang kurang sehingga dialihkan. Sejak beberapa tahun silam daerah ini tidak pernah kekurangan bahan baku.

“Warga bisa membuat lebih besar dari ini. Jadi, alasan itu saya tidak terima,” ungkap Fahidin.

Terpisah, Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Bulukumba Nasruddin mengaku, pihaknya belum menerima laporan soal kekurangan pengerjaan kapal Pinisi ini. “Kami belum tahu itu, tapi saya akan segera kordinasikan dengan rekanan agar dibenahi cepat,” ujar dia.
(azh)
Berita Terkait
Respon OTT KPK, Presiden:...
Respon OTT KPK, Presiden: Tiap Proyek Besar Pasti Ada Masalah
Soal OTT Proyek Kereta...
Soal OTT Proyek Kereta Trans Sulawesi, Jokowi: Tak Mungkin Semua Proyek Tak Ada Masalah
Pembebasan Lahan, Masalah...
Pembebasan Lahan, Masalah Klasik Penghambat Proyek Kereta Api di Sulsel
Tak Ada Masalah Hukum,...
Tak Ada Masalah Hukum, Luhut Minta Proyek PSEL Jalan Terus
Berjalan Satu Dekade,...
Berjalan Satu Dekade, Proyek CPEC China Pakistan Diwarnai Beragam Masalah
KPK Diminta Soroti Dugaan...
KPK Diminta Soroti Dugaan Masalah Proyek di Dua Eks Stafsus Milenial
Berita Terkini
Kapal Basarnas Terbakar...
Kapal Basarnas Terbakar di Muara Baru, 14 Unit dan 70 Personel Damkar Dikerahkan
4 jam yang lalu
Refly Harun Dampingi...
Refly Harun Dampingi Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus di PN Jakpus
5 jam yang lalu
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
6 jam yang lalu
Ruko di Pasar Ciputat...
Ruko di Pasar Ciputat Tangsel Terbakar, Api Masih Berkobar
6 jam yang lalu
Jadi Kawasan Wisata,...
Jadi Kawasan Wisata, Bali Kian Dilirik Perusahaan Asuransi
6 jam yang lalu
Riau Bhayangkara Run...
Riau Bhayangkara Run 2026 Ciptakan Efek Ekonomi Rp58,9 Miliar
6 jam yang lalu
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved