Sekolah tidak berhak usir korban pemerkosaan
Rabu, 10 Oktober 2012 - 17:53 WIB
Sekolah tidak berhak usir korban pemerkosaan
A
A
A
Sindonews.com - SMP Boedi Oetomo Depok, Jawa Barat dianggap tidak memiliki hak untuk mengusir siswanya yang menjadi korban pemerkosaan oleh teman yang dikenalnya dari jejaring sosial.
Anggota Komisi X DPR dari Fraksi Partai Demokrat Rinto Subekti mengatakan, pihak sekolah sama sekali tidak boleh melakukan pengusiran kepada korban pemerkosaan. Apalagi, hal itu dilakukan saat upacara bendera yang juga diikuti oleh seluruh komponen sekolah.
"Apa pun itu, anak Indonesia berhak untuk mendapatkan pendidikan yang layak di mana pun. Termasuk dalam masalah ini, kita harus perhatikan. Jangan sampai dia tidak sekolah," katanya di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (10/10/2012).
Dia pun mengungkapkan keprihatinannya terhadap kasus tersebut, dan berharap tidak ada lagi pengusiran yang dilakukan oleh pihak sekolah kepada siswanya.
"Saya turut prihatin dengan peristiwa ini. Jelas sebuah sekolah tidak layak melakukan hal tersebut, ini akan menjadi beban psikologi anak tersebut. Lagian siapa yang mau diperkosa? Saya rasa kejadian ini harus ditindak lanjuti," ujarnya.
Anggota Komisi X DPR dari Fraksi Partai Demokrat Rinto Subekti mengatakan, pihak sekolah sama sekali tidak boleh melakukan pengusiran kepada korban pemerkosaan. Apalagi, hal itu dilakukan saat upacara bendera yang juga diikuti oleh seluruh komponen sekolah.
"Apa pun itu, anak Indonesia berhak untuk mendapatkan pendidikan yang layak di mana pun. Termasuk dalam masalah ini, kita harus perhatikan. Jangan sampai dia tidak sekolah," katanya di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (10/10/2012).
Dia pun mengungkapkan keprihatinannya terhadap kasus tersebut, dan berharap tidak ada lagi pengusiran yang dilakukan oleh pihak sekolah kepada siswanya.
"Saya turut prihatin dengan peristiwa ini. Jelas sebuah sekolah tidak layak melakukan hal tersebut, ini akan menjadi beban psikologi anak tersebut. Lagian siapa yang mau diperkosa? Saya rasa kejadian ini harus ditindak lanjuti," ujarnya.
(lil)