Antisipasi teroris, polisi gandeng Ulama
Rabu, 10 Oktober 2012 - 17:43 WIB
Antisipasi teroris, polisi gandeng Ulama
A
A
A
Sindonews.com - Polres Magelang mengajak sejumlah ulama di Kabupaten Magelang untuk berperan aktif dalam mewaspadai gerakan radikalisme yang disinyalir mulai merambah di wilayah tersebut.
Menurut Wakapolres Magelang Kompol Eko Hadi Prayitno, dari informasi yang diperoleh, Jawa Tengah (Jateng) masih menjadi daerah favorit yang dijadikan aktivitas teroris untuk rekruitmen anggota, tempat persembunyian, dan tempat pelatihan teroris.
"Magelang termasuk wilayah rawan aktivitas teroris. Kami mengajak ulama ikut mewaspadai gerakan ini (teroris)," ucapnya, di acara kemitraan Polri dengan Da’i dalam upaya memelihara serta meningkatkan kamtibmas yang aman dan kondusif di Magelang, Rabu (10/10/2012).
Lebih lanjut ia mengimbau kepada sekira 180 ulama yang hadir dalam acara tersebut, agar memberikan pemahaman nilai ajaran agama dengan benar.
"Kiai atau ulama masih menjadi panutan bagi masyarakat. Jadi, kami mohon kerjasamanya untuk memberikan pemahaman yang sesuai, supaya situasi aman," tuturnya.
Sejauh ini, pihak kepolisian sudah mengirimkan satu personel di tiap desa di Kabupaten Magelang. Upaya ini dilakukan guna mempermudah komunikasi antara ulama ataupun masyarakat dengan pihak kepolisian dalam mewujudkan daerah yang aman.
"Ada sekitar 367 personel yang kami sebar di tiap desa. Program ini kami bekerja sama dengan polsek setempat," tandasnya.
Menurut Wakapolres Magelang Kompol Eko Hadi Prayitno, dari informasi yang diperoleh, Jawa Tengah (Jateng) masih menjadi daerah favorit yang dijadikan aktivitas teroris untuk rekruitmen anggota, tempat persembunyian, dan tempat pelatihan teroris.
"Magelang termasuk wilayah rawan aktivitas teroris. Kami mengajak ulama ikut mewaspadai gerakan ini (teroris)," ucapnya, di acara kemitraan Polri dengan Da’i dalam upaya memelihara serta meningkatkan kamtibmas yang aman dan kondusif di Magelang, Rabu (10/10/2012).
Lebih lanjut ia mengimbau kepada sekira 180 ulama yang hadir dalam acara tersebut, agar memberikan pemahaman nilai ajaran agama dengan benar.
"Kiai atau ulama masih menjadi panutan bagi masyarakat. Jadi, kami mohon kerjasamanya untuk memberikan pemahaman yang sesuai, supaya situasi aman," tuturnya.
Sejauh ini, pihak kepolisian sudah mengirimkan satu personel di tiap desa di Kabupaten Magelang. Upaya ini dilakukan guna mempermudah komunikasi antara ulama ataupun masyarakat dengan pihak kepolisian dalam mewujudkan daerah yang aman.
"Ada sekitar 367 personel yang kami sebar di tiap desa. Program ini kami bekerja sama dengan polsek setempat," tandasnya.
(maf)