Hewan layak kurban dilabeli kalung sehat
Rabu, 10 Oktober 2012 - 17:08 WIB
Hewan layak kurban dilabeli kalung sehat
A
A
A
Sindonews.com - Masyarakat Kota Pasuruan kini tidak perlu pusing memilih hewan ternak untuk keperluan kurban pada Idul Adha mendatang. Sebab, Pemerintah Kota Pasuruan akan mendata dan memeriksa kesehatan seluruh hewan kurban sebelum dijual kepada masyarakat.
Selain memeriksa kesehatan, hewan ternak yang siap dijual tersebut juga akan diberikan label berupa kalung yang bertuliskan sehat dan layak. Dengan label sehat ini, diharapkan akan mempermudah masyarakat dalam memilih hewan ternak yang akan dikurbankan.
Kepala Dinas Pertanian, Kehutanan, Kelautan dan Perikanan Kota Pasuruan Suhari mengatakan, pihaknya akan melakukan pengecekan kesehatan di sentra-sentra penjualan hewan ternak.
Pengecekan ini dilakukan untuk memberikan jaminan kepada masyarakat, bahwa hewan ternak tersebut tidak dalam kondisi sakit ataupun terjangkit penyakit yang berbahaya.
"Hewan kurban harus benar-benar dicek secara fisik kesehatan dan kualitasnya. Sehingga, hewan ternak yang akan dijual untuk kurban di Idul Adha aman dikonsumsi masyarakat," kata Suhari di Pasuruan, Jawa Timur, Rabu (10/10/2012).
Dia mengungkapkan, akan melibatkan tim medis dari dokter hewan dalam melakukan pengecekan, dan pengawasan hewan kurban. Bahkan, para pedagang hewan ternak juga akan diberikan sosialisasi tentang kesehatan hewan kurban yang layak jual.
Nantinya, pemeriksaan kesehatan hewan kurban ini akan difokuskan pada berat badan, usia, hingga kondisi fisik hewan. Jika nantinya ditemukan tanda-tanda kurang sehat, hewan itu akan diisolasi dan diimbau untuk tidak dijadikan hewan kurban.
"Kami telah menyiapkan kalung untuk menandai kelayakan hewan kurban. Pemeriksaan ini untuk mengantisipasi menyebarnya penyakit pada hewan, terutama pada mulut dan kuku," tandasnya.
Selain memeriksa kesehatan, hewan ternak yang siap dijual tersebut juga akan diberikan label berupa kalung yang bertuliskan sehat dan layak. Dengan label sehat ini, diharapkan akan mempermudah masyarakat dalam memilih hewan ternak yang akan dikurbankan.
Kepala Dinas Pertanian, Kehutanan, Kelautan dan Perikanan Kota Pasuruan Suhari mengatakan, pihaknya akan melakukan pengecekan kesehatan di sentra-sentra penjualan hewan ternak.
Pengecekan ini dilakukan untuk memberikan jaminan kepada masyarakat, bahwa hewan ternak tersebut tidak dalam kondisi sakit ataupun terjangkit penyakit yang berbahaya.
"Hewan kurban harus benar-benar dicek secara fisik kesehatan dan kualitasnya. Sehingga, hewan ternak yang akan dijual untuk kurban di Idul Adha aman dikonsumsi masyarakat," kata Suhari di Pasuruan, Jawa Timur, Rabu (10/10/2012).
Dia mengungkapkan, akan melibatkan tim medis dari dokter hewan dalam melakukan pengecekan, dan pengawasan hewan kurban. Bahkan, para pedagang hewan ternak juga akan diberikan sosialisasi tentang kesehatan hewan kurban yang layak jual.
Nantinya, pemeriksaan kesehatan hewan kurban ini akan difokuskan pada berat badan, usia, hingga kondisi fisik hewan. Jika nantinya ditemukan tanda-tanda kurang sehat, hewan itu akan diisolasi dan diimbau untuk tidak dijadikan hewan kurban.
"Kami telah menyiapkan kalung untuk menandai kelayakan hewan kurban. Pemeriksaan ini untuk mengantisipasi menyebarnya penyakit pada hewan, terutama pada mulut dan kuku," tandasnya.
(lil)