Sengketa tanah, pria tewas dibacok
Rabu, 10 Oktober 2012 - 14:09 WIB
Sengketa tanah, pria tewas dibacok
A
A
A
Sindonews.com - Mappiase (45), seorang warga Kecamatan Penrang, Sengkang, Wajo, Sulawesi Selatan, tewas mengenaskan dengan luka bacok di sekujur tubuhnya. Diduga, penganiayaan kematian korban dilatarbelakangi sengketa tanah.
Kasubag Humas Polres Wajo AKP Suratman mengatakan, pelaku yang diketahui berinisial MM tega menghabisi korban setelah bertemu di wilayah yang menjadi sengketa. Pelaku pun kemudian langsung membacok korban hingga tewas.
"Pelaku menganiaya korban dengan cara membacoknya menggunakan parang hingga tewas," katanya kepada wartawan saat dihubungi di Wajo, Sulawesi Selatan, Rabu (10/10/2012).
Dia mengungkapkan, korban tewas dengan 18 luka terbuka yang disebabkan sabetan parang. "Lukanya ada belasan, mulai dari kepala, punggung, tangan, kaki, dan paha. Motif sementara diduga akibat sengketa tanah," ujarnya.
Menurutnya, pihaknya telah melakukan pendekatan persuasif kepada keluarga pelaku, hingga akhirnya pelaku mau menyerahkan diri. Hal itu pun dilakukan untuk mencegah terjadinya aksi balas dendam, dan saling menyerang antara dua kelompok warga.
"Saat ini saya masih di lapangan, dan kemungkinan bentrok sepertinya tidak ada, karena pelaku sudah diamankan di Mapolres Wajo," tandasnya.
Kasubag Humas Polres Wajo AKP Suratman mengatakan, pelaku yang diketahui berinisial MM tega menghabisi korban setelah bertemu di wilayah yang menjadi sengketa. Pelaku pun kemudian langsung membacok korban hingga tewas.
"Pelaku menganiaya korban dengan cara membacoknya menggunakan parang hingga tewas," katanya kepada wartawan saat dihubungi di Wajo, Sulawesi Selatan, Rabu (10/10/2012).
Dia mengungkapkan, korban tewas dengan 18 luka terbuka yang disebabkan sabetan parang. "Lukanya ada belasan, mulai dari kepala, punggung, tangan, kaki, dan paha. Motif sementara diduga akibat sengketa tanah," ujarnya.
Menurutnya, pihaknya telah melakukan pendekatan persuasif kepada keluarga pelaku, hingga akhirnya pelaku mau menyerahkan diri. Hal itu pun dilakukan untuk mencegah terjadinya aksi balas dendam, dan saling menyerang antara dua kelompok warga.
"Saat ini saya masih di lapangan, dan kemungkinan bentrok sepertinya tidak ada, karena pelaku sudah diamankan di Mapolres Wajo," tandasnya.
(lil)