Dikeroyok, Wapemred Radar Bogor lapor polisi
Selasa, 09 Oktober 2012 - 14:58 WIB
Dikeroyok, Wapemred Radar Bogor lapor polisi
A
A
A
Sindonews.com - Wakil Pemimpin Redaksi (Wapemred) Radar Bogor Faturahman S Kanday mendatangi Mapolres Bogor Kota, untuk melaporkan kasus penganiayaan dan pengeroyokan yang menimpanya saat salah satu ormas kepemudaan berunjuk rasa di depan Gedung Graha Pena, Jalan KHR Abdullah bin Nuh, Bogor Barat, Kota Bogor.
Dengan didampingi Pemimpin Redaksi Radar Bogor Aswan Ahmad, Fatur melapor kejadian yang menimpa dirinya kepada Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Mapolres Bogor Kota.
"Kita ke sini sebatas melaporkan kejadian pengeroyokan dulu. Setelah itu, tergantung pihak kepolisian. Apakah terlapornya pimpinan ormas tersebut, atau anggotanya," kata Aswan Ahmad di Mapolres Bogor Kota, Selasa (9/10/2012).
Sementara itu, Faturahman S Kanday mengaku masih trauma dengan aksi pengeroyokan itu, yang mengakibatkan luka memar pelipis. "Lumayan pusing juga. Saat itu saya baru saja datang, terus oleh polisi diminta menemui para pengunjuk rasa. Ketika baru keluar, sudah dikeroyok," ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, ratusan anggota organisasi kepemudaan Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila (PP) Kota/Kabupaten Bogor berunjuk rasa di kantor Radar Bogor, Gedung Graha Pena, Jalan KH R Abdullah bin Nuh, Bogor Barat, Kota Bogor, Senin 8 Oktober 2012 lalu.
Mereka tidak terima dengan pemberitaan Radar Bogor edisi Senin, 1 Oktober 2012 dengan judul 'Dunia Kecam Pemuda Pancasila'. Berita tersebut dinilai sangat tendensius, dan tidak menyajikan fakta yang benar. Bahkan, dinilai cenderung manipulatif, menyesatkan, dan mengarahkan opini publik seolah-olah Pemuda Pancasila dikecam dunia, dan terlibat pembantaian PKI di Medan.
Dengan didampingi Pemimpin Redaksi Radar Bogor Aswan Ahmad, Fatur melapor kejadian yang menimpa dirinya kepada Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Mapolres Bogor Kota.
"Kita ke sini sebatas melaporkan kejadian pengeroyokan dulu. Setelah itu, tergantung pihak kepolisian. Apakah terlapornya pimpinan ormas tersebut, atau anggotanya," kata Aswan Ahmad di Mapolres Bogor Kota, Selasa (9/10/2012).
Sementara itu, Faturahman S Kanday mengaku masih trauma dengan aksi pengeroyokan itu, yang mengakibatkan luka memar pelipis. "Lumayan pusing juga. Saat itu saya baru saja datang, terus oleh polisi diminta menemui para pengunjuk rasa. Ketika baru keluar, sudah dikeroyok," ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, ratusan anggota organisasi kepemudaan Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila (PP) Kota/Kabupaten Bogor berunjuk rasa di kantor Radar Bogor, Gedung Graha Pena, Jalan KH R Abdullah bin Nuh, Bogor Barat, Kota Bogor, Senin 8 Oktober 2012 lalu.
Mereka tidak terima dengan pemberitaan Radar Bogor edisi Senin, 1 Oktober 2012 dengan judul 'Dunia Kecam Pemuda Pancasila'. Berita tersebut dinilai sangat tendensius, dan tidak menyajikan fakta yang benar. Bahkan, dinilai cenderung manipulatif, menyesatkan, dan mengarahkan opini publik seolah-olah Pemuda Pancasila dikecam dunia, dan terlibat pembantaian PKI di Medan.
(lil)