Sudah 2 pekan, jalan protokol masih tertutup longsor
Senin, 08 Oktober 2012 - 21:37 WIB
Sudah 2 pekan, jalan protokol masih tertutup longsor
A
A
A
Sindonews.com - Warga Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) mesti bersabar lebih lama soal perbaikan longsor di Jalan Gajah Mada. Meski jalan tersebut merupakan jalan protokol, namun tidak ada tanda-tanda perbaikan meski sudah dua pekan longsor terjadi. Pihak Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kaltim baru sebatas menutup jalur tersebut dan memberi tanda bahaya.
Jalan Gajah Mada memiliki dua jalur. Akibat longsor, satu jalur sama sekali tidak bisa terlewati. Dari pantauan di lapangan, longsor terjadi akibat turap yang menopang sisi jalan longsor ke arah Sungai Mahakam. Akibat longsor ini, arus lalu lintas di jalan tersebut sering mengalami kemacetan.
"Sudah lama tidak diperbaiki, padahal 100 meter dari sini kantor Gubernur," kata salah satu pengguna jalan, Herman, Senin (8/10/2012).
Longsor ini membuat jalan amblas dan membuat keretakan sebagian aspal jalan. Meski longsornya tidak terlalu luas, namun akibat jalan amblas membuat tidak bisa dilewati. Jalan ini termasuk padat kendaraan yang melintas setiap harinya.
"Kalau yang dekat dengan kantor Gubernur saja lambat perbaikannya apalagi yang jauh lokasi rusaknya," papar Herman.
Saat sejumlah wartawan berusaha melakukan konfirmasi ke kepala Dinas PU Kaltim Taufik Fauzi, tidak ada jawaban. Pesan singkat yang dikirim maupun telepon dari beberapa wartawan pun belum direspon oleh Fauzi.
Jalan Gajah Mada memiliki dua jalur. Akibat longsor, satu jalur sama sekali tidak bisa terlewati. Dari pantauan di lapangan, longsor terjadi akibat turap yang menopang sisi jalan longsor ke arah Sungai Mahakam. Akibat longsor ini, arus lalu lintas di jalan tersebut sering mengalami kemacetan.
"Sudah lama tidak diperbaiki, padahal 100 meter dari sini kantor Gubernur," kata salah satu pengguna jalan, Herman, Senin (8/10/2012).
Longsor ini membuat jalan amblas dan membuat keretakan sebagian aspal jalan. Meski longsornya tidak terlalu luas, namun akibat jalan amblas membuat tidak bisa dilewati. Jalan ini termasuk padat kendaraan yang melintas setiap harinya.
"Kalau yang dekat dengan kantor Gubernur saja lambat perbaikannya apalagi yang jauh lokasi rusaknya," papar Herman.
Saat sejumlah wartawan berusaha melakukan konfirmasi ke kepala Dinas PU Kaltim Taufik Fauzi, tidak ada jawaban. Pesan singkat yang dikirim maupun telepon dari beberapa wartawan pun belum direspon oleh Fauzi.
(azh)