Gudang lateks terbakar, ratusan kilogram karet ludes

Minggu, 07 Oktober 2012 - 21:44 WIB
Gudang lateks terbakar,...
Gudang lateks terbakar, ratusan kilogram karet ludes
A A A
Sindonews.com – Gudang pengasapan getah (lateks) karet PT Lubuk Lancang Kuning (PT LLK) terbakar. Diduga api berasal dari proses pengasapan yang tidak sempurna dibagian bawah gudang.

Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran gudang tersebut, namun kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah karena 600-700 kilogram lateks di dalam gudang hangus terbakar.

Informasi dihimpun, kejadian yang sempat mengejutkan masyarakat dusun Tanjung Pandan desa Lubuk Lancang kecamatan Suak Tapeh Banyuasin baru diketahui dari salah satu warga sudah melihat asap tebal dari bagian kanan gudang.

Kepulan asap disertai api makin membesar dan menjalar pada bagian gudang lain yang didomonasi dari bahan kayu. Warga bergotong royong memadamkan api dengan menggunakan alat seadanya.

Akibatnya kebakaran tersebut, lima ruangan gudang pengasapan yang bersebelahan, puluhan bahan gudang yang terdiri dari kayu dan bambu tempat pengasapan hangus terbakar, termasuk lateks karet yang tersimpan di dalamnya.

Sekitar satu jam kemudian, dua mobil pemadam kebakaran Pemkab Banyuasin turut memadamkan api. Sampai dengan pukul 15.00 WIB, satu unit mobil pemadam kebakaran masih disiagakan guna mematikan sumber api di dalam gudang.

“Kami tidak tahu jelas sumber api dari mana. Tapi, pas pak Amir melihat asap. Baru kami tahu, jika gudang itu sudah terbakar di bagian kanan. Saat kejadian, tidak banyak pegawai di lokasi kejadian,”
ujar Ipan, warga sekitar, Minggu (7/10/2012).

Terpisah, Manajer Perusahaan PT Lubuk Lancang Kuning, Gunawan Sudarsono mengatakan jika pihaknya pun masih mengumpulkan keterangan dari para pegawai, mengenai penyebab terjadinya sumber api.

Apakah, memang terdapat proses pengasapan yang salah hingga akhirnya menjadi sumber api dan menjalar ke bagian latek karet yang hampir selesai diasapin dan dalam kondisi kering.

“Belum jelas dari mana. Tapi kami masih kumpulkan pegawai. Saat kebakaran memang rata-rata lateks sudah kering. Jadi diprediksikan mudah terbakar,” kata dia.

Namun, dia membantah jika kerugian yang dialami perusahaan mencapai ratusan juta rupiah. “Isinya cukup banyak, tapi tidak sebesar produksi mingguan. 600-700 kg untuk ukuran pabrik masih kecil. Karena, itu bagian terakhir minggu ini untuk diasapin. Yang lain sudah dibawa ke pabrik,” tukas dia.

Terpisah, Kapolsek Betung, AKP Makmum Alrasyid mengatakan jika pihaknya masih melakukan penyelidikan terhadap kejadian kebakaran. Karena saat awal kejadian tidak banyak saksi yang melihat.

“Dugaan sementara karena proses pengasapan itulah. Tapi, sampai sore ini (kemarin,red) anggota masih melakukan penyelidikan,” tukas dia.
(ysw)
Berita Terkait
Peristiwa Kebakaran...
Peristiwa Kebakaran di Jakarta yang Menelan Korban Jiwa
Pemerintah Harus Perbaiki...
Pemerintah Harus Perbaiki Tata Kelola Lapas di Tanah Air
Api Membakar Puluhan...
Api Membakar Puluhan Rumah di Pemukiman Padat Topoyo, Mamuju, Sulbar
Asap Kebakaran di Los...
Asap Kebakaran di Los Angeles Mengandung Racun Berbahaya
Kebakaran Makin Dahsyat...
Kebakaran Makin Dahsyat di Israel, 7 Pemukiman Dievakuasi
Empat Rumah Petani Ludes...
Empat Rumah Petani Ludes Terbakar, Seorang Luka-Luka
Berita Terkini
Perkuat Layanan Kesehatan,...
Perkuat Layanan Kesehatan, Pemkot Tangsel Tingkatkan Kapasitas 1.389 Kader Posyandu
1 jam yang lalu
7 Pengeroyok Prajurit...
7 Pengeroyok Prajurit TNI Kodam Cenderawasih hingga Tewas Ditetapkan sebagai Tersangka
3 jam yang lalu
Peradi Profesional-Unisba...
Peradi Profesional-Unisba Perkuat Pendidikan Hukum dan Pengembangan Profesi Advokat
4 jam yang lalu
Perkuat Ekonomi Maluku...
Perkuat Ekonomi Maluku Utara, APHI Dorong Penerapan Multiusaha Kehutanan
4 jam yang lalu
Apresiasi Polda Sumut...
Apresiasi Polda Sumut Ungkap Ribuan Kasus Narkoba, Sahroni: Kejar Bandarnya, Selamatkan Masyarakat!
4 jam yang lalu
Prajurit TNI Kodam XVII...
Prajurit TNI Kodam XVII Cenderawasih Tewas Dikeroyok Sembilan Orang di Kabupaten Tangerang
5 jam yang lalu
Infografis
Terdeteksi, Fenomena...
Terdeteksi, Fenomena Alam Pemicu Ratusan Gempa Bumi per-Hari
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved