Atap kanopi SMAN 7 tak sesuai bestek
Kamis, 04 Oktober 2012 - 15:53 WIB
Atap kanopi SMAN 7 tak sesuai bestek
A
A
A
Sindonews.com - Atap kanopi SMAN 7 ternyata hanya dipasangi kuda-kuda saja. Hal itu diungkapkan Kepala Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, Muhammad Nurdin.
"Diduga rubuhnya atap kanopi tak sesuai dengan spesifikasi. Seharusnya, untuk kanopi harus menggunakan rangka baja ringan. Namun, pemborong menggunakan besi isi, sehingga kuda-kuda yang dipasang tak kuat dan menyebabkan atap rubuh," jelasnya, Kamis (4/10/2012).
Menurutnya, SMAN 7 mendapat bantuan dana block grand dari Kementrian Pendidikan sebesar Rp400 juta untuk pembangunan empat ruang kelas. Namun hingga kini keempat ruang belajar itu belum diaudit oleh konsultan dan belum diserahterima.
“Itu program swakelola sekolah yang dananya didapat dari pusat, kalau prosedurnya sudah sesuai. Kami juga sudah memperingati sekolah untuk memperkuat atap kanopi. Tapi hanya dipasang kuda-kuda,” kata Muhammad Nurdin.
Kini Siswa SMAN 7 Depok terpaksa harus kembali menumpang belajar di SMAN 4 Depok. Pasalnya, atap salah satu ruangan belajar roboh tanpa sebab yang jelas. Kejadian bermula kegiatan belajar mengajar (KBM) belum dimulai sekitar pukul 06.50 WIB.
Menurut Kepala Sekolah SMAN 7 Yusuf Efendy, hari ini SMAN 7 diliburkan. Mereka akan kembali melakukan aktifitas belajar Senin, 8 Oktober 2012.
“Diliburkan hingga Jumat 5 Oktober 2012. Senin depan baru mulai masuk kembali. Tapi kemungkinan besar akan menumpang lagi di SMAN 4 Depok,” kata Kepala SMAN 7 Yusuf Efendy.
SMAN 7 memiliki 540 siswa dan baru berdiri pada tahun 2010. Saat itu, siswa belajar di gedung SMAN 4 Depok. Setelah memiliki gedung sendiri, barulah siswa belajar di gedung sendiri.
“Baru pindah bulan Juli lalu. Walaupun jelek tapi sekolah sendiri. Karena kalau menumpang akan mempengaruhi jiwa siswa. Ini juga atas permintaan siswa dan kesepakatan bersama,” ujar Yusuf.
"Diduga rubuhnya atap kanopi tak sesuai dengan spesifikasi. Seharusnya, untuk kanopi harus menggunakan rangka baja ringan. Namun, pemborong menggunakan besi isi, sehingga kuda-kuda yang dipasang tak kuat dan menyebabkan atap rubuh," jelasnya, Kamis (4/10/2012).
Menurutnya, SMAN 7 mendapat bantuan dana block grand dari Kementrian Pendidikan sebesar Rp400 juta untuk pembangunan empat ruang kelas. Namun hingga kini keempat ruang belajar itu belum diaudit oleh konsultan dan belum diserahterima.
“Itu program swakelola sekolah yang dananya didapat dari pusat, kalau prosedurnya sudah sesuai. Kami juga sudah memperingati sekolah untuk memperkuat atap kanopi. Tapi hanya dipasang kuda-kuda,” kata Muhammad Nurdin.
Kini Siswa SMAN 7 Depok terpaksa harus kembali menumpang belajar di SMAN 4 Depok. Pasalnya, atap salah satu ruangan belajar roboh tanpa sebab yang jelas. Kejadian bermula kegiatan belajar mengajar (KBM) belum dimulai sekitar pukul 06.50 WIB.
Menurut Kepala Sekolah SMAN 7 Yusuf Efendy, hari ini SMAN 7 diliburkan. Mereka akan kembali melakukan aktifitas belajar Senin, 8 Oktober 2012.
“Diliburkan hingga Jumat 5 Oktober 2012. Senin depan baru mulai masuk kembali. Tapi kemungkinan besar akan menumpang lagi di SMAN 4 Depok,” kata Kepala SMAN 7 Yusuf Efendy.
SMAN 7 memiliki 540 siswa dan baru berdiri pada tahun 2010. Saat itu, siswa belajar di gedung SMAN 4 Depok. Setelah memiliki gedung sendiri, barulah siswa belajar di gedung sendiri.
“Baru pindah bulan Juli lalu. Walaupun jelek tapi sekolah sendiri. Karena kalau menumpang akan mempengaruhi jiwa siswa. Ini juga atas permintaan siswa dan kesepakatan bersama,” ujar Yusuf.
(rsa)