Waspadai hewan kurban pemakan sampah
Rabu, 03 Oktober 2012 - 01:02 WIB
Waspadai hewan kurban pemakan sampah
A
A
A
Sindonews.com - Menjelang Hari Raya Idul Adha, Dinas Pertanian (Dispertan) Kota Solo, Jawa Tengah (Jateng) kembali mengingatkan masyarakat untuk tidak mengambil hewan kurban yang digembalakan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah Putri Cempo di kawasan Jebres, Solo. Dispertan mencatat kandungan timbal di atas ambang batas dalam daging hewan ternak pemakan sampah itu.
“Kami pernah melakukan penelitian 2007 lalu pada daging dan organ dalam sapi yang digembalakan di Putri Cempo. Hasilnya kandungan timbal mencapai 2,6 (ppm) dari daging, ginjal, usus, dan hati. Kandungan timbal di atas ambang batas normal 2,00 ppm,” ungkap Kepala Dispertan Wenny Ekayanti menjelaskan kepada wartawan, Selasa (2/10/2012).
Rekomendasi untuk tidak mengonsumsi daging hewan ternak di TPA sampah Putri Cempo dikuatkan penelitian tahun 2009. Saat itu, angka terpapar dua kali lipat lebih tinggi, yakni 4,6 ppm. Sedangkan penelitian tahun ini dilakukan Balai Penelitian Veteriner Bogor dengan obyek sama. Meski hasilnya belum keluar, namun Wenny memperkirakan hasilnya tak jauh berbeda jika dibandingkan penelitian tahun lalu.
“Sehingga wajar bila kami tidak merekomendasikan hewan kurban yang digembalakan di sana. Konsumsi daging terpapar timbal secara terus-menerus bisa memicu kanker,” kata dia.
Sebagai informasi, ratusan sapi digembalakan di TPA sampah Putri Cempo sejak belasan tahun silam. Sampah-sampah rumah tangga menjadi makanan favorit sapi-sapi itu.
“Kami pernah melakukan penelitian 2007 lalu pada daging dan organ dalam sapi yang digembalakan di Putri Cempo. Hasilnya kandungan timbal mencapai 2,6 (ppm) dari daging, ginjal, usus, dan hati. Kandungan timbal di atas ambang batas normal 2,00 ppm,” ungkap Kepala Dispertan Wenny Ekayanti menjelaskan kepada wartawan, Selasa (2/10/2012).
Rekomendasi untuk tidak mengonsumsi daging hewan ternak di TPA sampah Putri Cempo dikuatkan penelitian tahun 2009. Saat itu, angka terpapar dua kali lipat lebih tinggi, yakni 4,6 ppm. Sedangkan penelitian tahun ini dilakukan Balai Penelitian Veteriner Bogor dengan obyek sama. Meski hasilnya belum keluar, namun Wenny memperkirakan hasilnya tak jauh berbeda jika dibandingkan penelitian tahun lalu.
“Sehingga wajar bila kami tidak merekomendasikan hewan kurban yang digembalakan di sana. Konsumsi daging terpapar timbal secara terus-menerus bisa memicu kanker,” kata dia.
Sebagai informasi, ratusan sapi digembalakan di TPA sampah Putri Cempo sejak belasan tahun silam. Sampah-sampah rumah tangga menjadi makanan favorit sapi-sapi itu.
(azh)