Diduga dianiaya, siswa pelayaran tewas
Senin, 01 Oktober 2012 - 10:53 WIB
Diduga dianiaya, siswa pelayaran tewas
A
A
A
Sindonews.com - Seorang siswa Balai Pusat Pelatihan Ilmu Pelayaran (BP2IP) ditemukan tewas di dalam kolam sekolah pelayaran tersebut. Korban diketahui bernama Maulana Ainul Yakin (19) warga asal Dusun Dungu, Kecamatan Trageh, Bangkalan, Jawa Timur (Jatim).
Maulana diduga menjadi korban penganiayaan. Pasalnya, di tubuh korban ditemukan sejumlah luka-luka bekas dianiaya. Kapolsek Rungkut AKP Yacob Silvana mengatakana jasad korban ditemukan pukul 16.00 Wib dan selanjutnya dilaporkan ke Mapolsek Rungkut.
"Jasad ditemukan dalam kondisi telungkup di kolam dengan menggunakan kaos dan celana berwarna coklat," ungkap Yacob ketika dihubungi, Senin (1/10/2012).
Ia juga mengatakan, jasad korban saat ditemukan memang ada bekas luka di bagian pelipis kiri. Sayangnya, polisi masih belum bisa memastikan apakah korban tewas setelah dianiaya.
"Belum ada kepastian. Kami masih menunggu hasi visum. Memang ada luka di pelipis bagian kiri dan kita belum bisa menyimpulkan apakah benar korban ini dianiaya hingga tewas," paparnya.
Sedangkan jasad korban masih berada di kamar mayat RSUD Dokter Soetomo. Pihak polisi sudah menghubungi keluarga korban. Pihak keluarga, kata Yacob saat ini sedang mempersiapkan pemakaman.
Informasi yang dihimpun, saat ditemukan dari hidung dan mulut korban mengeluarkan darah. Tak hanya itu, pipi kiri dan kanan terkelupas.
Maulana diduga menjadi korban penganiayaan. Pasalnya, di tubuh korban ditemukan sejumlah luka-luka bekas dianiaya. Kapolsek Rungkut AKP Yacob Silvana mengatakana jasad korban ditemukan pukul 16.00 Wib dan selanjutnya dilaporkan ke Mapolsek Rungkut.
"Jasad ditemukan dalam kondisi telungkup di kolam dengan menggunakan kaos dan celana berwarna coklat," ungkap Yacob ketika dihubungi, Senin (1/10/2012).
Ia juga mengatakan, jasad korban saat ditemukan memang ada bekas luka di bagian pelipis kiri. Sayangnya, polisi masih belum bisa memastikan apakah korban tewas setelah dianiaya.
"Belum ada kepastian. Kami masih menunggu hasi visum. Memang ada luka di pelipis bagian kiri dan kita belum bisa menyimpulkan apakah benar korban ini dianiaya hingga tewas," paparnya.
Sedangkan jasad korban masih berada di kamar mayat RSUD Dokter Soetomo. Pihak polisi sudah menghubungi keluarga korban. Pihak keluarga, kata Yacob saat ini sedang mempersiapkan pemakaman.
Informasi yang dihimpun, saat ditemukan dari hidung dan mulut korban mengeluarkan darah. Tak hanya itu, pipi kiri dan kanan terkelupas.
(azh)