Kiai Banten lakukan salat gaib
Senin, 01 Oktober 2012 - 02:00 WIB
Kiai Banten lakukan salat gaib
A
A
A
Sindonews.com - Para kiai yang tergabung dalam Majelis Pesantren Salafiyah (MPS) Banten, Petugas PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak dan Anggota Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Merak melakukan sholat gaib dan melakukan doa bersama untuk mendoakan korban kecelakaan tenggelamnya kapal Bahuga Jaya.
"Kami menyolatkan takut ada yang belum di solatkan jenazah yang belum ketemu, juga berdoa agar musibah ini sebagai kejadian terkahir," kata Kepala KSKP Merak, AKP Kamarul Wahyudi, Minggu (30/9/2012).
Selain itu, katanya, doa yang dilakukan juga agar jenazah yang belum ditemukan bisa cepat ketemu, dan mendoakan agar Tim SAR diberikan kemudahan dalam melakukan evakuasi para korban.
"Semoga semua amal baik para korban yang telah berpulang diterima oleh Allah. Dan keluarga yang ditinggalkan juga selalu dianugerahi kesabaran," ujar Muhtadi ditemui usai acara.
Dalam kesempatan yang sama, Muhtadi juga sempat menyampaikan usulannya kepada pemerintah supaya lebih memperketat ketentuan pelayaran yang beroperasi di Pelabuhan Merak dan Pelabuhan lainnya yang ada di Indonesia.
"Minimal, nahkoda kapal-kapal yang akan beroperasi di Indonesia harus sudah paham betul medan yang ada," terangnya.
Salat yang dilakukan hanya beralasan karpet dan perlengkapan salat seadanya, para ulama, Pegawai PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Utama Merak dan anggota polisi KSKP terlihat khusuk melaksanakan sholat gahib.
Salat gaib yang dipimpin KH Muhtadi Dimyati dari Pondok Pesantren Cidahu Cadasari, Pandeglang digelar di sekitar Dermaga II Pelabuhan Merak.
Sebelumnya, Kapal Motor Penumpang (KMP) Bahuga Jaya di Perairan Selat Sunda, bertabrakan dengan kapal tanker NORGAS CATHINKA, tepatnya empat mil dari Bakauheni, Lampung.
Bahkan Tim Search and Rescue (SAR) masih terus melakukan pencarian terhadap beberapa penumpang yang dinyatakan hilang.
"Kami menyolatkan takut ada yang belum di solatkan jenazah yang belum ketemu, juga berdoa agar musibah ini sebagai kejadian terkahir," kata Kepala KSKP Merak, AKP Kamarul Wahyudi, Minggu (30/9/2012).
Selain itu, katanya, doa yang dilakukan juga agar jenazah yang belum ditemukan bisa cepat ketemu, dan mendoakan agar Tim SAR diberikan kemudahan dalam melakukan evakuasi para korban.
"Semoga semua amal baik para korban yang telah berpulang diterima oleh Allah. Dan keluarga yang ditinggalkan juga selalu dianugerahi kesabaran," ujar Muhtadi ditemui usai acara.
Dalam kesempatan yang sama, Muhtadi juga sempat menyampaikan usulannya kepada pemerintah supaya lebih memperketat ketentuan pelayaran yang beroperasi di Pelabuhan Merak dan Pelabuhan lainnya yang ada di Indonesia.
"Minimal, nahkoda kapal-kapal yang akan beroperasi di Indonesia harus sudah paham betul medan yang ada," terangnya.
Salat yang dilakukan hanya beralasan karpet dan perlengkapan salat seadanya, para ulama, Pegawai PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Utama Merak dan anggota polisi KSKP terlihat khusuk melaksanakan sholat gahib.
Salat gaib yang dipimpin KH Muhtadi Dimyati dari Pondok Pesantren Cidahu Cadasari, Pandeglang digelar di sekitar Dermaga II Pelabuhan Merak.
Sebelumnya, Kapal Motor Penumpang (KMP) Bahuga Jaya di Perairan Selat Sunda, bertabrakan dengan kapal tanker NORGAS CATHINKA, tepatnya empat mil dari Bakauheni, Lampung.
Bahkan Tim Search and Rescue (SAR) masih terus melakukan pencarian terhadap beberapa penumpang yang dinyatakan hilang.
(mhd)