Selama kemarau, 1100 hektar hutan terbakar
Minggu, 30 September 2012 - 11:18 WIB
Selama kemarau, 1100 hektar hutan terbakar
A
A
A
Sindonews.com - Kemarau yang berkepanjangan membuat sejumlah lahan hutan di Jawa Timur terbakar. Berdasarkan data Dinas Kehutanan Jawa Timur (Dishut Jatim), hingga saat ini sudah 1100 hektar hutan terbakar. Angka ini lebih rendah dari tahun sebelumnya yang mencapai 5292 hektar hutan terbakar.
"Secara kuantitas kebakaran hutan di Jawa Timur menurun. Namun, kualitas kebakaran meningkat. Musim ini pernah ada 10 titik yang terbakar secara bersamaan," kata Kepala Dinas Kehutanan (Dishut) Jatim Gatot Soebektiono, Minggu (30/9/2012).
1100 Hektar itu berada di Wilayah Ngawi, Madiun, Ponorogo, Pasuruan, Malang, Mojokerto dan Situbondo. Sementara luas hutan yang menjadi tanggung jawab Dishut Jatim sebanyak 27.868 Hektar.
Ia mengaku, persoalan kebakaran hutan ini selalu terjadi ketika musim kemarau seperti ini. Secara umum penyebab kebakaran itu adalah gesekkan antara batang pohon yang kering, puntung rokok yang dibuang sembarangan, serta kebiasaan untuk membuka lahan baru dengan cara membakar.
Kata Gatot, terjalnya medan titik api membuat sejumlah petugas kesulitan untuk memadamkan api. Seperti kawasan di Daerah Gunung Arjuno, Welirang dan Ringsit. Kawasan tersebut, membutuhkan waktu lama untuk menuju ke titik api.
Untuk menjinakkan api, petugas menggunakan teknik sekat bakar. Teknik ini adalah membuat jarak seluas satu meter dan memukul ranting yang terbakar agar api tidak merembet ke lokasi lain.
"Memang itu teknik yang efektif selama ini. Jangan dianggap saat kebakaran hutan hanya dipukul-pukul oleh petugas. Tapi memang itu cara yang efektif," terangnya.
Gatot mengungkapkan, meski telah terjadi kebakaran hutan yang mencapai ribuan hektar namun sejumlah tanaman pokok dipastikan masih bisa hidup. Selanjutnya, untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan ini adalah memberikan pendidikan kepada masyarakat di sekitar hutan.
"Secara kuantitas kebakaran hutan di Jawa Timur menurun. Namun, kualitas kebakaran meningkat. Musim ini pernah ada 10 titik yang terbakar secara bersamaan," kata Kepala Dinas Kehutanan (Dishut) Jatim Gatot Soebektiono, Minggu (30/9/2012).
1100 Hektar itu berada di Wilayah Ngawi, Madiun, Ponorogo, Pasuruan, Malang, Mojokerto dan Situbondo. Sementara luas hutan yang menjadi tanggung jawab Dishut Jatim sebanyak 27.868 Hektar.
Ia mengaku, persoalan kebakaran hutan ini selalu terjadi ketika musim kemarau seperti ini. Secara umum penyebab kebakaran itu adalah gesekkan antara batang pohon yang kering, puntung rokok yang dibuang sembarangan, serta kebiasaan untuk membuka lahan baru dengan cara membakar.
Kata Gatot, terjalnya medan titik api membuat sejumlah petugas kesulitan untuk memadamkan api. Seperti kawasan di Daerah Gunung Arjuno, Welirang dan Ringsit. Kawasan tersebut, membutuhkan waktu lama untuk menuju ke titik api.
Untuk menjinakkan api, petugas menggunakan teknik sekat bakar. Teknik ini adalah membuat jarak seluas satu meter dan memukul ranting yang terbakar agar api tidak merembet ke lokasi lain.
"Memang itu teknik yang efektif selama ini. Jangan dianggap saat kebakaran hutan hanya dipukul-pukul oleh petugas. Tapi memang itu cara yang efektif," terangnya.
Gatot mengungkapkan, meski telah terjadi kebakaran hutan yang mencapai ribuan hektar namun sejumlah tanaman pokok dipastikan masih bisa hidup. Selanjutnya, untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan ini adalah memberikan pendidikan kepada masyarakat di sekitar hutan.
(ysw)