TB Hasanudin lebih suka kerja dibalik layar
Sabtu, 29 September 2012 - 05:46 WIB
TB Hasanudin lebih suka kerja dibalik layar
A
A
A
Sindonews.com - Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Jawa Barat (Jabar) yang baru, Mayjen TNI (Purn) TB Hasanudin, mengungkapkan salah satu tugas besar yang harus dikerjakannya adalah pemenangan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jabar 2013.
Tb Hasanudin baru-baru ini ditunjuk oleh Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri sebagai Pelaksana Harian (Plh) Ketua DPD PDI Perjuangan Jabar menggantikan Rudy Harsa Tanaya yang mengundurkan diri. Wakil Ketua Komisi I DPR ini menegaskan, dirinya sudah siap mengerjakan tugas berat di Jabar.
Dia menuturkan, sudah beberapa kali menjadi tim sukses untuk Pilkada maupun Pilgub di sejumlah daerah di Indonesia, di antaranya Pilgub DKI Jakarta, Kalimantan Barat, hingga Bangka-Belitung.
“Saya di belakang layar atau sebagai pembuat desain, iya. Tetapi tugas saya ke sini yang paling adalah Ketua Umum (Megawati). Namun kalau saya baca situasi di wilayah, ya tugas saya mensukseskan Pilkada kota, kabupaten, dan Pilgub Jabar,” paparnya, dalam bincang-bincang bersama media di Bandung, Jumat (28/9/2012).
Komandan Paspampres era Presiden Megawati ini menuturkan, turun gunung dirinya ke Jabar tentu bukan untuk turut dalam pencalonan Pilgub Jabar.
Dia mengaku tidak ada kepentingan untuk pencalonan dirinya. Hal itu sudah disampaikan kepada Megawati saat penunjukan dirinya sebagai Plh DPD PDI Perjuangan. “Saya sampaikan ke Ibu Mega, demi partai ini saya akan kerja keras,” tandasnya.
Lanjutnya, proses penjarigan Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur dari PDI Perjuangan sendiri hingga saat ini masih berjalan dan sudah ada enam orang yang mendaftar.
Keenam calon ini masih digodok di Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan. Mereka adalah Anggota Komisi IX DPR Rieke Dyah Pitaloka, Bupati Subang Non Aktif Eef hidayat, Bupati Sumedang Don Murdono, Bupati Cirebon Dedi Supardi, Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Gatot Cahyono, dan kader PDI Perjuangan Aris Wibisono.
Kata Hasanudin, enam kader PDI Perjuangan yang sudah mendaftar tersebut harus diuji, misalnya sejauh mana tingkat elektabilitasnya sehingga memiliki daya jual tinggi di masyarakat Jabar.
“Mereka harus memiliki elektabilitas tinggi, jujur, memiliki kemampuan manajerial di wilayah Jabar supaya berkontribusi bagi partai dan bermanfaat untuk Jabar,” terangnya.
Tb Hasanudin baru-baru ini ditunjuk oleh Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri sebagai Pelaksana Harian (Plh) Ketua DPD PDI Perjuangan Jabar menggantikan Rudy Harsa Tanaya yang mengundurkan diri. Wakil Ketua Komisi I DPR ini menegaskan, dirinya sudah siap mengerjakan tugas berat di Jabar.
Dia menuturkan, sudah beberapa kali menjadi tim sukses untuk Pilkada maupun Pilgub di sejumlah daerah di Indonesia, di antaranya Pilgub DKI Jakarta, Kalimantan Barat, hingga Bangka-Belitung.
“Saya di belakang layar atau sebagai pembuat desain, iya. Tetapi tugas saya ke sini yang paling adalah Ketua Umum (Megawati). Namun kalau saya baca situasi di wilayah, ya tugas saya mensukseskan Pilkada kota, kabupaten, dan Pilgub Jabar,” paparnya, dalam bincang-bincang bersama media di Bandung, Jumat (28/9/2012).
Komandan Paspampres era Presiden Megawati ini menuturkan, turun gunung dirinya ke Jabar tentu bukan untuk turut dalam pencalonan Pilgub Jabar.
Dia mengaku tidak ada kepentingan untuk pencalonan dirinya. Hal itu sudah disampaikan kepada Megawati saat penunjukan dirinya sebagai Plh DPD PDI Perjuangan. “Saya sampaikan ke Ibu Mega, demi partai ini saya akan kerja keras,” tandasnya.
Lanjutnya, proses penjarigan Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur dari PDI Perjuangan sendiri hingga saat ini masih berjalan dan sudah ada enam orang yang mendaftar.
Keenam calon ini masih digodok di Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan. Mereka adalah Anggota Komisi IX DPR Rieke Dyah Pitaloka, Bupati Subang Non Aktif Eef hidayat, Bupati Sumedang Don Murdono, Bupati Cirebon Dedi Supardi, Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Gatot Cahyono, dan kader PDI Perjuangan Aris Wibisono.
Kata Hasanudin, enam kader PDI Perjuangan yang sudah mendaftar tersebut harus diuji, misalnya sejauh mana tingkat elektabilitasnya sehingga memiliki daya jual tinggi di masyarakat Jabar.
“Mereka harus memiliki elektabilitas tinggi, jujur, memiliki kemampuan manajerial di wilayah Jabar supaya berkontribusi bagi partai dan bermanfaat untuk Jabar,” terangnya.
(san)