Warga keluhkan JPO dilintasi bikers
Jum'at, 28 September 2012 - 11:52 WIB
Warga keluhkan JPO dilintasi bikers
A
A
A
Sindonews.com - Sejumlah pejalan kaki yang melintas di jembatan penyeberangan orang (JPO) halte busway Kantor Wali Kota Jakarta Timur mengaku resah. Pasalnya, di tempat tersebut banyak para pengendara motor yang ikut melintas dan menaiki JPO.
Mawarni (27), salah seorang pejalan kaki mengaku terganggu dengan banyaknya pengendara motor yang nekat masuk dan menaiki JPO. Selain melanggar aturan, keberadaan mereka juga dapat merusak fasilitas yang memang disediakan hanya untuk pejalan kaki tersebut.
“Sangat menganggu kenyamanan, apalagi pada saat-saat jam keluar masuk kantor. Masa jembatan penyeberangan dilintasi sepeda motor begini,” ujarnya, Jumat (28/9/2012).
Warga Pekayon, Bekasi ini menjelaskan, para pengendara motor kebanyakan adalah warga sekitar dan para tukang ojek yang memang banyak mangkal di kawasan tersebut.
Perbuatan para pengendara motor (biker) itu melintas di JPO, untuk menghindari putaran yang jauh. "Mereka itu malas putar di depan sana. Tapi malah mengabaikan kenyamanan orang lain," lanjutnya.
Menanggapi hal ini Kepala Sudin Perhubungan Jaktim Mirza Aryadi Soelarso mengakui, kesulitan menyadarkan para pengguna motor untuk tidak melintasi JPO.
Ditegaskan Mirza, jauhnya putaran juga tidak pantas dijadikan alasan bila masyarakatnya memiliki tingkat kedisiplinan yang tinggi dalam berlalu lintas. "Masa demi menghemat waktu dan bensin rela melanggar aturan dan mengganggu kenyamanan orang," paparnya.
Namun begitu agar hal tersebut tidak berulang, Mirza berjanji akan berkoordinasi dengan Satuan Polisi Lalulintas (Satlantas) dan Satpol PP setempat untuk mengawasi dan menindak pesepeda motor yang masih bandel melintasi JPO.
"Saya juga akan mengajukan kepada Dinas Perhubungan agar di JPO dipasang rambu atau himbauan bahwa JPO hanya boleh untuk pejalan kaki sehingga diharapkan pesepeda motor tidak lagi melintas di JPO," tukasnya.
Mawarni (27), salah seorang pejalan kaki mengaku terganggu dengan banyaknya pengendara motor yang nekat masuk dan menaiki JPO. Selain melanggar aturan, keberadaan mereka juga dapat merusak fasilitas yang memang disediakan hanya untuk pejalan kaki tersebut.
“Sangat menganggu kenyamanan, apalagi pada saat-saat jam keluar masuk kantor. Masa jembatan penyeberangan dilintasi sepeda motor begini,” ujarnya, Jumat (28/9/2012).
Warga Pekayon, Bekasi ini menjelaskan, para pengendara motor kebanyakan adalah warga sekitar dan para tukang ojek yang memang banyak mangkal di kawasan tersebut.
Perbuatan para pengendara motor (biker) itu melintas di JPO, untuk menghindari putaran yang jauh. "Mereka itu malas putar di depan sana. Tapi malah mengabaikan kenyamanan orang lain," lanjutnya.
Menanggapi hal ini Kepala Sudin Perhubungan Jaktim Mirza Aryadi Soelarso mengakui, kesulitan menyadarkan para pengguna motor untuk tidak melintasi JPO.
Ditegaskan Mirza, jauhnya putaran juga tidak pantas dijadikan alasan bila masyarakatnya memiliki tingkat kedisiplinan yang tinggi dalam berlalu lintas. "Masa demi menghemat waktu dan bensin rela melanggar aturan dan mengganggu kenyamanan orang," paparnya.
Namun begitu agar hal tersebut tidak berulang, Mirza berjanji akan berkoordinasi dengan Satuan Polisi Lalulintas (Satlantas) dan Satpol PP setempat untuk mengawasi dan menindak pesepeda motor yang masih bandel melintasi JPO.
"Saya juga akan mengajukan kepada Dinas Perhubungan agar di JPO dipasang rambu atau himbauan bahwa JPO hanya boleh untuk pejalan kaki sehingga diharapkan pesepeda motor tidak lagi melintas di JPO," tukasnya.
(mhd)