Awas, hutan di Maros rawan kebakaran

Rabu, 26 September 2012 - 21:27 WIB
Awas, hutan di Maros...
Awas, hutan di Maros rawan kebakaran
A A A
Sindonews.com - Kemarau panjang yang berkepanjangan ini, membuat semua orang meningkatkan kewaspadaan. Warga di Kabupaten Maros diminta waspadai kebakaran hutan.

Pemerintah Kabupaten Maros melalui Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan kabupaten Maros, M Nurdin memberikan peringatan kepada warga, untuk berhati-hati dan tetap waspada untuk kejadian kebakaran lahan hutan.

Peringatan itu, lebih dikhususkan bagi warga yang bermukim di kawasan hutan, di beberapa daerah seperti Mallawwa, Tompobulu, Cenrana dan Laiya. Menurutnya, kemarau tahun ini, membuat beberapa tanaman di kawasan hutan, baik hutan konservasi, hutan rakyat dan hutan lindung mengalami kekeringan. Hal itu sangat rentan dengan kebakaran hutan.

"Kami melakukan beberapa peringatan, dengan memberikan selebaran yang disebarkan kepada warga yang menetap di kawasan hutan, untuk senatiasa mewaspai musim kemarau ini. Hal itu kami lakukan melalui selebaran dan sosialisasi. Cara itu kami anggap cukup baik dan manjur, karena bagaimana pun aparat desa dan kecamatan, jauh lebih mengenal warganya," ungkap Nurdin menjelaskan kepada wartawan, Rabu (26/9/2012).

Warning ataupun peringatan itu pun dikhususkan bagi pencari lebah hutan yang sering menggunakan obor dalam kerjaannya. Mereka diminta berhati-hati dalam penggunaan api obornya. Serta bagi warga yang biasa membuka lahan dengan membakar rumput. Dia meminta cara itu tidak digunakan.

"Di Maros ini, ada pencari lebah liar. Biasanya mereka menggunakan api untuk mengusir lebah. Mereka itulah yang harus diberikan peringatan untuk berhati-hati dalam melakukan pekerjaannya. Karena sedikit apapun percikan api, bila membakar daun kering, bisa memicu kebakaran hutan," ungkapnya.

Nurdin menjelaskan, untuk kabupaten Maros terdapat sedikitnya 68.000 hektare area kawasan hutan. 50 persen di antaranya merupakan kawasan hutan yang rawan dan berpotensi terbakar yang dekat dengan kawasan penduduk.

Dia mengatakan, kebakaran lahan dan hutan mengakibatkan kerugian, serta konflik satwa liar, akibat kurangnya habitat mereka. Satwa-satwa yang biasanya menetap di hutan tentu akan sulit berkembang bila hutan mengalami kebakaran.

"Pernah hutan pendidikan milik Unhas yang terletak di Cenrana terbakar. Kuat dugaan itu dikarenakan pencari lebah hutan yang tidak berhati-hati. Makanya kami tidak mau kejadian itu terulang lagi," ujarnya.
(azh)
Berita Terkait
Cegah Kebakaran Hutan...
Cegah Kebakaran Hutan dan Lahan, Pemkab Muba Anggarkan Rp10 Miliar
Penyebab Pendakian Belum...
Penyebab Pendakian Belum Dibuka Meski Titik Api Gunung Arjuno-Welirang Sudah Padam
Provinsi Kanada Umumkan...
Provinsi Kanada Umumkan Keadaan Darurat Akibat Kebakaran Hutan, 24.000 Orang Dievakuasi
Kebakaran Hutan di Chile...
Kebakaran Hutan di Chile Tewaskan 40 Orang
Kebakaran California...
Kebakaran California Meluas, Muncul Titik Api Baru di West Hills
Antisipasi Karhutla,...
Antisipasi Karhutla, Polisi Intensifkan Patroli Hutan di Blora
Berita Terkini
Bripka Dedy Wiratama...
Bripka Dedy Wiratama yang Bekingi Kampung Narkoba Samarinda Dipecat
46 menit yang lalu
GBK Diprediksi Dipadati...
GBK Diprediksi Dipadati Puluhan Ribu Pengunjung Akhir Pekan Ini, Dishub Siapkan Rekayasa Lalin
1 jam yang lalu
Soal Aturan Baru Kemenkes,...
Soal Aturan Baru Kemenkes, Bupati Bondowoso Komitmen Lindungi Petani Tembakau
1 jam yang lalu
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
1 jam yang lalu
Lampung Kukuhkan Diri...
Lampung Kukuhkan Diri sebagai Sentra Semangka Nasional
1 jam yang lalu
PPP Banten Gelar Mukerwil...
PPP Banten Gelar Mukerwil V, Fokus Konsolidasi Hadapi Verifikasi Pemilu 2029
2 jam yang lalu
Infografis
Daftar Skuad Timnas...
Daftar Skuad Timnas Mesir di Piala Dunia 2026, Mohamed Salah Ujung Tombak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved