Pilkada Sumsel, TNI dituntut netral
Selasa, 25 September 2012 - 16:47 WIB
Pilkada Sumsel, TNI dituntut netral
A
A
A
Sindonews.com – Persiapan-persiapan menjelang tahapan pelaksanaan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) memang belum resmi dimulai. Namun, upaya siaga sudah disinyalkan sejak dini, terutama dari pihak penegak keamanan yang ada, salah satunya pihak Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Komandan Resimen Militer (Danrem) 044 Garuda Dempo (Gapo), Kolonel (Inf) Sudirman menegaskan, dalam pelaksanaan pilkada nanti, dirinya menghimbau kepada segenap jajaran anggota TNI yang ada, terutama di kawasan Lahat. Kiranya tetap menjaga netralitas yang ada. Anggota TNI sekali lagi ditegaskannya dilarang berpolitik praktis, apapun bentuknya.
“Kita jelas akan memberi sanksi tegas, bagi siapapun anggota TNI yang kedapatan ikut berpolitik praktis di lapangannya,” tegasnya saat melakukan kunjungan ke Rumah Dinas Bupati Lahat, Selasa (25/9/2012).
Kendati demikian, pihaknya mengaku siap dalam hal membantu pengamanannya. Namun, seperti biasanya, TNI sendiri sesuai petunjuk dan aturan yang ada, hanya sebagai pembackup saja, namun untuk peranan pengamanan langsung, tetap diserahkan ke kepolisian. “Kita tetap siaga (stand by) setiap saat dibutuhkan di lapangan,” tegasnya.
Dalam pelaksanaannya nanti, Satuan Kodim 0405 Lahat, berikut segenap kesatuan yang ada di bawahnya, atau sekitar 272 orang personel, nantinya akan disiagakan. Walaupun nantinya secara pasti akan dilakukan pengiriman sesuai permohonan yang ada dari pihak polres dan juga KPU, namun semuanya juga akan tetap bersiaga.
“Biasanya memang kita ada permintaan personel pendukung saja. Akan tetapi, demi terjaminnya pelaksanaan pilkada nanti, seluruh kekuatan yang ada akan selalu siap dan siaga satu menjaga keamanan suasana, terutama sekali di kawasan-kawasan perbatasan,” ujarnya.
Hal yang sama juga diungkapkan Dandim 0405 Lahat, Letkol (Inf) Ridwan KA. Sebelum diterjunkan ke lapangan nanti, terutama dalam melakukan pengamanan langsung pihaknya juga sudah melaksanakan beberapa kegiatan-kegiatan persiapan lainnya, khususnya bagi semua personel dan jajaran. Mulai dari pelatihan atau pemberian materi, termasuk mengenai pembelajaran akan peluang terjadinya suatu gangguan keamanan pun sejak dini sudah dipetakan, baik itu wilayah atau juga penduduknya.
“Kita pelajari bagaimana topografi wilayah, kebiasaan, sampai pada adat istiadat masyarakat setempat yang ada. Sehingga sejak dini diketahui akan adanya gangguan keamanan di lapangan,” pungkasnya.
Komandan Resimen Militer (Danrem) 044 Garuda Dempo (Gapo), Kolonel (Inf) Sudirman menegaskan, dalam pelaksanaan pilkada nanti, dirinya menghimbau kepada segenap jajaran anggota TNI yang ada, terutama di kawasan Lahat. Kiranya tetap menjaga netralitas yang ada. Anggota TNI sekali lagi ditegaskannya dilarang berpolitik praktis, apapun bentuknya.
“Kita jelas akan memberi sanksi tegas, bagi siapapun anggota TNI yang kedapatan ikut berpolitik praktis di lapangannya,” tegasnya saat melakukan kunjungan ke Rumah Dinas Bupati Lahat, Selasa (25/9/2012).
Kendati demikian, pihaknya mengaku siap dalam hal membantu pengamanannya. Namun, seperti biasanya, TNI sendiri sesuai petunjuk dan aturan yang ada, hanya sebagai pembackup saja, namun untuk peranan pengamanan langsung, tetap diserahkan ke kepolisian. “Kita tetap siaga (stand by) setiap saat dibutuhkan di lapangan,” tegasnya.
Dalam pelaksanaannya nanti, Satuan Kodim 0405 Lahat, berikut segenap kesatuan yang ada di bawahnya, atau sekitar 272 orang personel, nantinya akan disiagakan. Walaupun nantinya secara pasti akan dilakukan pengiriman sesuai permohonan yang ada dari pihak polres dan juga KPU, namun semuanya juga akan tetap bersiaga.
“Biasanya memang kita ada permintaan personel pendukung saja. Akan tetapi, demi terjaminnya pelaksanaan pilkada nanti, seluruh kekuatan yang ada akan selalu siap dan siaga satu menjaga keamanan suasana, terutama sekali di kawasan-kawasan perbatasan,” ujarnya.
Hal yang sama juga diungkapkan Dandim 0405 Lahat, Letkol (Inf) Ridwan KA. Sebelum diterjunkan ke lapangan nanti, terutama dalam melakukan pengamanan langsung pihaknya juga sudah melaksanakan beberapa kegiatan-kegiatan persiapan lainnya, khususnya bagi semua personel dan jajaran. Mulai dari pelatihan atau pemberian materi, termasuk mengenai pembelajaran akan peluang terjadinya suatu gangguan keamanan pun sejak dini sudah dipetakan, baik itu wilayah atau juga penduduknya.
“Kita pelajari bagaimana topografi wilayah, kebiasaan, sampai pada adat istiadat masyarakat setempat yang ada. Sehingga sejak dini diketahui akan adanya gangguan keamanan di lapangan,” pungkasnya.
(azh)