Rumah terduga teroris di Solo masih dijaga polisi
Senin, 24 September 2012 - 11:07 WIB
Rumah terduga teroris di Solo masih dijaga polisi
A
A
A
Sindonews.com - Hingga hari kedua pascapenangkapan terduga pelaku teror oleh Tim Detasemen Khusus Densus 88 anti teror, aparat dari Polresta Surakarta masih melakukan penjagaan terhadap rumah kedua pelaku teror. Penjagaan ketat dilakukan di rumah Badri Hartono dan Midi di Kampung Griyan, Laweyan, Solo, Jawa Tengah (Jateng).
Petugas bersenjata berjaga-jaga di beberapa bagian sudut rumah Badri Hartono di Jalan Belimbing Rt 005 Rw 010, Kampung Griyan, Laweyan, Solo, Senin (24/9/2012). Rumah terangka teroris tersebut masih dipasang police line dan mendapat penjagaan ketat petugas bersenjata lengkap. Hal ini dilakukan guna kepentingan penyelidikan pihak kepolisian.
Kondisi serupa juga terjadi rumah yang di jadikan tempat kos-kosan milik Midi di Jalan Lempuyang IIa Rt 07 Rw X, di tempat itu petugas bersenjata lengkap menjaga mulai bagian pintu gerbang hingga sudut lainnya.
Berbeda dengan rumah milik Badri yang sepi, di rumah milik Midi yang dijadikan tempat kos-kosan tersebut, sejumlah warga terlihat masih berkerumun di bagian depan rumah yang sempat ditemukan bahan peledak.
Petugas sendiri tidak melarang warga untuk menonton, namun begitu jarak yang diperbolehkan yakni hanya sampai batas garis polisi yang dipasang di pintu gerbang. Belum diketahui sampai kapan penjagaan terhadap rumah terduga pelaku teror tersebut akan di jaga oleh aparat.
Petugas bersenjata berjaga-jaga di beberapa bagian sudut rumah Badri Hartono di Jalan Belimbing Rt 005 Rw 010, Kampung Griyan, Laweyan, Solo, Senin (24/9/2012). Rumah terangka teroris tersebut masih dipasang police line dan mendapat penjagaan ketat petugas bersenjata lengkap. Hal ini dilakukan guna kepentingan penyelidikan pihak kepolisian.
Kondisi serupa juga terjadi rumah yang di jadikan tempat kos-kosan milik Midi di Jalan Lempuyang IIa Rt 07 Rw X, di tempat itu petugas bersenjata lengkap menjaga mulai bagian pintu gerbang hingga sudut lainnya.
Berbeda dengan rumah milik Badri yang sepi, di rumah milik Midi yang dijadikan tempat kos-kosan tersebut, sejumlah warga terlihat masih berkerumun di bagian depan rumah yang sempat ditemukan bahan peledak.
Petugas sendiri tidak melarang warga untuk menonton, namun begitu jarak yang diperbolehkan yakni hanya sampai batas garis polisi yang dipasang di pintu gerbang. Belum diketahui sampai kapan penjagaan terhadap rumah terduga pelaku teror tersebut akan di jaga oleh aparat.
(azh)