Sekolah ditutup 2 bulan, murid SD unjuk rasa
Senin, 24 September 2012 - 08:56 WIB
Sekolah ditutup 2 bulan, murid SD unjuk rasa
A
A
A
Sindonews.com - Sekolah ditutup selama dua bulan, Ratusan murid Sekolah Dasar (SD) Negeri Sentani, Jalan Yabaso, Distrik Sentani Kota, Kabupaten Jayapura, Papua menggelar aksi unjuk rasa.
Ratusan murid SD ini menggelar unjuk rasa dengan menutup jalan Hanggar Auri. Aksi ini dilakukan lantaran para murid dan orangtua murid kecewa dengan Pemerinta Kabupaten (Pemkab) Jayapura yang menutup sekolah tersebut.
Salah seorang wali murid, Wina Yanggo mengatakan dirinya beserta ratusan orang tua murid SD Negeri Sentani kecewa dengan penutupan sekolah yang dilakukan oleh Pemkab Jayapura.
"Kami sangat kecewa. Sudah dua bulan anak kami tidak sekolah. Aalagi Murid kelas 6 sebentar lagi menghadapi Ujian Nasional (UN)," ungkap Wina menjelaskan kepada wartawan di sela aksi, Senin (24/9/2012).
Dalam tuntutannya, orangtua murid beserta anak-anaknya menggelar aksi menuntut kepada Pemkab Jayapura untuk memperhatikan hak-hak anak-anak yang bersekolah di SD Negeri Sentani.
Beberapa bulan lalu, sekolah ini ditutup paksa. Pintu sekolah ditutup menggunakan kayu palang. Hal ini dilakukan lantaran Pemkab Jayapura dinilai tidak melunasi pembayaran tanah kepada pemilik lahan.
Ratusan murid SD ini menggelar unjuk rasa dengan menutup jalan Hanggar Auri. Aksi ini dilakukan lantaran para murid dan orangtua murid kecewa dengan Pemerinta Kabupaten (Pemkab) Jayapura yang menutup sekolah tersebut.
Salah seorang wali murid, Wina Yanggo mengatakan dirinya beserta ratusan orang tua murid SD Negeri Sentani kecewa dengan penutupan sekolah yang dilakukan oleh Pemkab Jayapura.
"Kami sangat kecewa. Sudah dua bulan anak kami tidak sekolah. Aalagi Murid kelas 6 sebentar lagi menghadapi Ujian Nasional (UN)," ungkap Wina menjelaskan kepada wartawan di sela aksi, Senin (24/9/2012).
Dalam tuntutannya, orangtua murid beserta anak-anaknya menggelar aksi menuntut kepada Pemkab Jayapura untuk memperhatikan hak-hak anak-anak yang bersekolah di SD Negeri Sentani.
Beberapa bulan lalu, sekolah ini ditutup paksa. Pintu sekolah ditutup menggunakan kayu palang. Hal ini dilakukan lantaran Pemkab Jayapura dinilai tidak melunasi pembayaran tanah kepada pemilik lahan.
(azh)