Kebakaran meningkat selama kemarau
Senin, 24 September 2012 - 04:33 WIB
Kebakaran meningkat selama kemarau
A
A
A
Sindonews.com - Musim kemarau panjang tidak hanya mengakibatkan kekeringan di sejumlah daerah. Di Bojonegoro, Jawa Timur, musim kemarau disinyalir menjadi salah satu faktor melonjaknya angka kebakaran pemukiman padat penduduk.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro Kasiyanto mengatakan, sejak lima bulan terakhir angka kebakaran di Bojonegoro meningkat secara signifikan. Pada Mei 2012 ada sekira tujuh kebakaran, kemudian Juni 2012 meningkat menjadi sembilan kasus kebakaran.
"Juli 2012 ada empat kasus kebakaran, di Agustus 2012 ada 11 kasus kebakaran, dan September 2012 sudah 13 kasus kebakaran. Kejadian kebakaran meningkat signifikan pada Agustus hingga September 2012," katanya kepada wartawan di Bojonegoro, Jawa Timur, Minggu 23 September 2012.
Dia mengungkapkan, peningkatan angka kasus kebakaran itu dipengaruhi oleh banyaknya barang yang menjadi mudah terbakar karena kering, dan embusan angin kencang yang membuat api cepat menyebar.
Selain itu, dia juga menyampaikan bencana tanah longsor yang harus diwaspadai oleh masyarakat Bojonegoro selama musim kemarau. Pasalnya, berdasarkan catatan BPBD Bojonegoro, setidaknya delapan kali bencana tanah longsor terjadi di Bojonegoro.
"Daerah yang paling sering terjadi tanah longsor yakni Kecamatan Kepohbaru, Tambakrejo, Kedewan, Kasiman, dan Temayang. Daerah itu berada di sebelah selatan dan timur Bojonegoro," ujarnya.
Selain itu, BPBD Bojonegoro juga mencatat 15 kasus bencana puting beliung yang terjadi di beberapa daerah Bojonegoro bagian timur, dan selatan. "Bencana puting beliung juga banyak terjadi di daerah selatan, dan timur Bojonegoro yang kini kondisi hutan, dan perbukitannya gundul, serta gersang," tandasnya.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro Kasiyanto mengatakan, sejak lima bulan terakhir angka kebakaran di Bojonegoro meningkat secara signifikan. Pada Mei 2012 ada sekira tujuh kebakaran, kemudian Juni 2012 meningkat menjadi sembilan kasus kebakaran.
"Juli 2012 ada empat kasus kebakaran, di Agustus 2012 ada 11 kasus kebakaran, dan September 2012 sudah 13 kasus kebakaran. Kejadian kebakaran meningkat signifikan pada Agustus hingga September 2012," katanya kepada wartawan di Bojonegoro, Jawa Timur, Minggu 23 September 2012.
Dia mengungkapkan, peningkatan angka kasus kebakaran itu dipengaruhi oleh banyaknya barang yang menjadi mudah terbakar karena kering, dan embusan angin kencang yang membuat api cepat menyebar.
Selain itu, dia juga menyampaikan bencana tanah longsor yang harus diwaspadai oleh masyarakat Bojonegoro selama musim kemarau. Pasalnya, berdasarkan catatan BPBD Bojonegoro, setidaknya delapan kali bencana tanah longsor terjadi di Bojonegoro.
"Daerah yang paling sering terjadi tanah longsor yakni Kecamatan Kepohbaru, Tambakrejo, Kedewan, Kasiman, dan Temayang. Daerah itu berada di sebelah selatan dan timur Bojonegoro," ujarnya.
Selain itu, BPBD Bojonegoro juga mencatat 15 kasus bencana puting beliung yang terjadi di beberapa daerah Bojonegoro bagian timur, dan selatan. "Bencana puting beliung juga banyak terjadi di daerah selatan, dan timur Bojonegoro yang kini kondisi hutan, dan perbukitannya gundul, serta gersang," tandasnya.
(lil)