Pemkab Bulukumba didesak bayar TPP PNS

Sabtu, 22 September 2012 - 17:03 WIB
Pemkab Bulukumba didesak...
Pemkab Bulukumba didesak bayar TPP PNS
A A A
Sindonews.com - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bulukumba mendesak kepada Pemkab Bulukumba segera membayarkan Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP) yang masih menunggak.

Permintaan pembayaran TPP tersebut karena DPRD bersama Pemkab sudah menyepakati dan dialokasikan dalam APBD 2011 lalu, selama 12 bulan. Hanya saja, realisasi lapangan eksekutif cukup membayarkan delapan bulan, sisanya belum sampai sekarang.

Sekretaris Komisi B DPRD Bulukumba Zulkifli Saiyye mengungkapkan, penghentian pemberian tunjangan ke PNS tidak seharusnya terjadi. Menurut dia, karena sudah dialokasikan dalam APBD selama 12 bulan. “Saya kurang tahu kenapa dihentikan di tengah jalan. Ini perlu penjelasan dari eksekutif,” ungkap Zulkifli menjelaskan, Sabtu (22/9/2012).

Bahkan, Zulkifli menjelaskan, dihentikanya pembayaran TPP ini, maka sisa anggaran empat bulan itu dikemanakan. Alasanya, karena sudah dibahas dalam APBD pokok yang jumlahnya mencapai Rp40 miliar lebih yang diperuntukan bagi pegawai sekitar 8.000 orang.

“Kami harap tunggakan ini dibayarkan. Sebab, sudah masuk dalam agenda APBD. Apalagi, pegawai juga sudah melaksanakan kewajibanya, sekarang giliran pemerintah memenuhi kewajibanya dengan membayar TPP,” ujar Zulkifli.

Dijelaskan, alasan karena pendapatan asli daerah (PAD) tidak mencapai target sehingga dihentikan tidak ada hubunganya. “Kalau memang PAD minim, kenapa bukan sisa anggaran 2011 sebesar Rp35 miliar dialihkan ke pembayaran TPP saja,” kata legislator asal Partai PBB Bulukumba ini.

Zulkifli menyebutkan, perlunya TPP pegawai dibayarkan karena merupakan janji politik bupati terpilih Zainuddin Hasan sebelum Pilkada 2010 lalu kepada PNS. Sehingga alasan penghentian harus jelas supaya tidak menjadi polemik. “Harus dibayarkan karena sudah menjadi janji politik bupati,” terangnya.

Dia mengemukakan, pembayaran tunjangan dihentikan karena kemampuan anggaran daerah tidak cukup lagi, seharusnya ada solusi lain demi menutupi jika memang PAD tak tercapai target. “Kami tidak menerima TPP dihentikan. Pemkab harus membayarkan yang menunggak,” tandasnya.

Terpisah, Kepala Sub Bagian Pemberitaan dan Peliputan Humas Pemkab Bulukumba Asrul Sani mengungkapkan, bahwa permintaan dewan agar sisa anggaran dialihkan ke TPP. Menurut dia, sudah ada prosuder yakni sisa anggaran dialihkan pembayaran utang Pemkab.

“Silpa itu akan digunakan membayar utang pemerintah ke rekanan khususnya program yang menyeberang tahun berikutnya. Jadi, bukan dalam bentuk pembayaran berupa TPP,” ujar Asrul, kepada SINDO.

Dia menjelaskan, penghentian TPP ditengah jalan karena PAD diharapkan bisa menutupi tunjangan pegawai tidak mencapai target. Akibatnya, TPP harus dihentikan dan sudah dibuatkan Peraturan Daerah (Perda) untuk tidak lagi dibayarkan.

“Kita juga sudah sampaikan ke PNS bahwa dihentikan karena keuangan daerah tidak cukup lagi,” tandasnya.
(azh)
Berita Terkait
Lewat Kompetensi Praktik...
Lewat Kompetensi Praktik Lapangan, Praja Diharapkan Paham Pemerintahan Daerah
Sinergi Pemerintah Pusat...
Sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah, BSKDN Kemendagri Tekankan Kolaborasi
Pulihkan Ekonomi, Daerah...
Pulihkan Ekonomi, Daerah Utang Rp12,24 Triliun ke Pusat
BSKDN Kemendagri: Konsep...
BSKDN Kemendagri: Konsep ITKPD Upaya Wujudkan Tujuan Otonomi Daerah
Majukan Suatu Daerah...
Majukan Suatu Daerah Perlu Merangkul Semua Elemen Termasuk Seniman
Lebih dari 3 Dekade,...
Lebih dari 3 Dekade, Lintasarta Andal Beri Solusi ICT bagi Pemerintah Daerah
Berita Terkini
Operasi Patuh Jaya 8-21...
Operasi Patuh Jaya 8-21 Juni 2026, Pengendara Copot Pelat Nomor Jadi Target
51 menit yang lalu
Kasus Tudingan Ijazah...
Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi Segera Disidang, Roy Suryo: Kayaknya Ini Didorong Termul yang Ngamuk
2 jam yang lalu
Kejari Manggarai Barat...
Kejari Manggarai Barat Setor Rp2 Miliar Uang Korupsi ke Kas Negara
2 jam yang lalu
Macet Parah, Pengendara...
Macet Parah, Pengendara Diminta Hindari Exit Tol Sentul Selatan
3 jam yang lalu
Ketua MKI Jateng Dukung...
Ketua MKI Jateng Dukung Percepatan EBT dan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik
3 jam yang lalu
Bea Cukai Pangkal Pinang...
Bea Cukai Pangkal Pinang Sebut 15 Kontainer PMM Telah Memenuhi Syarat
3 jam yang lalu
Infografis
Negara-negara Ini Melakukan...
Negara-negara Ini Melakukan PHK Massal PNS, Indonesia Menyusul?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved