PPP bantah tak maksimal dukung Foke-Nara

Jum'at, 21 September 2012 - 13:54 WIB
PPP bantah tak maksimal...
PPP bantah tak maksimal dukung Foke-Nara
A A A
Sindonews.com - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) membantah jika mesin partainya tak berjalan dalam mendukung pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Fauzi Bowo (Foke)-Nachrowi Ramli (Nara).

Menurut Sekretaris Jendral PPP Romahurmuziy, mesin parpol berjalan efektif, namun tak mampu mengimbangi figur Joko Widodo (Jokowi) dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang lebih populer menyedot perhatian masyarakat.

Bukti bahwa mesin parpol berjalan, sambung Romy, bisa dilihat dari perbandingan suara yang diperoleh Foke-Nara yang mengalami peningkatan. Dibandingkan putaran pertama, peningkatan suara Foke-Nara pada putaran kedua jauh lebih tinggi dibandingkan Jokowi-Ahok.

"Dalam hitung cepat Kompas misalnya, yang memprediksi suara Foke 47 persen, berarti Foke meningkat 13 persen dari putaran pertama yang dalam real count putaran pertama mendapatkan 34 persen. Bandingkan dengan Jokowi yang terhadap quick count yang sama diperkirakan meningkat 10 persen," papar Romy dalam pesan singkatnya, Jumat (21/9/2012).

Dia mengklaim, di hampir seluruh exit poll tercatat bahwa Foke-Nara didukung oleh lebih dari 60 persen pemilih yang berasal dari parpol pengusung. Bahkan dukungan warga PPP terhadap Foke-Nara tercatat dalam exit poll sebuah lembaga survei lebih dari 80 persen.

"Karenanya, PPP meyakini ijtihad politik partai pada putaran kedua kepada Foke-Nara sudah sesuai dengan aspirasi pemilih kami. Ini juga menunjukkan, bahwa mesin PPP bekerja efektif," katanya.

Menurut Romy, masyarakat DKI Jakarta yang majemuk dan rasional lebih melihat sosok figur dibandingkan mesin parpol.

Romy mencontohkan kasus yang dialami oleh mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan Khofifah Indarparawansa yang maju pada Pilkada Jawa Timur 2008 lalu.

Khofifah yang diusung PPP dan partai non parlemen yang totalnya hanya berjumlah 17 persen suara, berhasil mendapatkan hampir 50 persen pada putaran kedua, meskipun karena manipulasi yang luar biasa akhirnya dikalahkan pada putaran ketiga.

"Politik Pilkada utamanya di tingkat provinsi adalah politik figur, bukan politik parpol ataupun struktur. Sejak 2005, sudah banyak pilkada yang membuktikan bahkan calon yang didukung partai gurem sekalipun mendapatkan kemenangan," paparnya.
(mhd)
Berita Terkait
Noer Fajrieansyah Didorong...
Noer Fajrieansyah Didorong Maju Pilgub DKI Jakarta 2024
Respons PAN soal Kaesang...
Respons PAN soal Kaesang Bakal Maju Pilgub DKI: Semua Punya Hak
Ditanya Mau Jadi Gubernur,...
Ditanya Mau Jadi Gubernur, Wagub Ariza: Kita Lagi Mikirin Omicron
Pemuda Pancasila Deklarasi...
Pemuda Pancasila Deklarasi Dukung Anies Baswedan di Pilgub Jakarta
Demokrat Pamer Jagoan...
Demokrat Pamer Jagoan Pilgub DKI, Golkar: Pilkadanya Tahun 2024, Masih Jauh
DPD Hanura Sodorkan...
DPD Hanura Sodorkan Nama Djafar Badjeber Cawagub Jakarta, Ketua DPW Perindo: Kita Sambut Baik
Berita Terkini
Pemprov DKI Buka 2.843...
Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Kerja Sektor Padat Karya, Pramono: Gaji UMP Jakarta
26 menit yang lalu
Ratusan Pelajar di Jaktim...
Ratusan Pelajar di Jaktim Ikuti Pelatihan Penguatan Karakter dan Kepemimpinan Inovatif
33 menit yang lalu
Tiket Kereta Liburan...
Tiket Kereta Liburan Sekolah Diskon 30%, Pemesanan Mulai 6 Juni
50 menit yang lalu
Mimika Darurat Narkoba,...
Mimika Darurat Narkoba, Rampeani Rachman Minta Bandar Diburu hingga ke Akar
1 jam yang lalu
Teladani KH. Wahab Hasbullah,...
Teladani KH. Wahab Hasbullah, Menag Dorong Pesantren Cetak Generasi Unggul
3 jam yang lalu
24 RW di Jakarta Bakal...
24 RW di Jakarta Bakal Alami Gangguan Air Bersih, Ini Penyebabnya
4 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved