Kader PDIP wajib pilih Jokowi-Ahok
Kamis, 20 September 2012 - 08:06 WIB
Kader PDIP wajib pilih Jokowi-Ahok
A
A
A
Sindonews.com - Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta yang sudah menuju puncaknya ini, Kader PDIP diwajibkan untuk mencoblos pasangan nomor urut tiga Jokowi-Ahok. Perintah ini langsung dikatakan oleh Ketua Umum PDIP Megawati.
Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang mengusung pasangan Cagub-Cawagub Jokowi-Ahok sudah merapatkan barisan untuk memenangkan cagub yang diusungnya.
Bahkan menurut keterangan dari Ketua Bidang Luar Negeri DPP PDI Perjuangan Arif Budimanta, untuk memenangkan Jokowi-Ahok, PDIP mewajibkan seluruh kadernya untuk memilih pasangan nomor urut tiga pada Pilkada 20 September 2012.
Perintah tersebut diakui Arif merupakan perintah langsung dari Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri.
"Inikan (Jokowi-Ahok) sudah diusung oleh partai. Jadi sudah kewajiban semua kader untuk memilih (Jokowi-Ahok). Ini juga merupakan perintah langsung dari Ketua Umum," kata Arif saat dihubungi di Jakarta, Rabu (19/9/2012).
Selain mewajibkan seluruh kadernya untuk memilih pasangan Jokowi-Ahok, PDIP juga telah mengerahkan para kadernya yang bermukim di Jakarta dan yang akan menggunakan hak pilihnya besok agar tidak melakukan kecurangan-kecurangan, dan terus mengawasi dan mengawal hasil perolehan suara sampai akhir.
Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang mengusung pasangan Cagub-Cawagub Jokowi-Ahok sudah merapatkan barisan untuk memenangkan cagub yang diusungnya.
Bahkan menurut keterangan dari Ketua Bidang Luar Negeri DPP PDI Perjuangan Arif Budimanta, untuk memenangkan Jokowi-Ahok, PDIP mewajibkan seluruh kadernya untuk memilih pasangan nomor urut tiga pada Pilkada 20 September 2012.
Perintah tersebut diakui Arif merupakan perintah langsung dari Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri.
"Inikan (Jokowi-Ahok) sudah diusung oleh partai. Jadi sudah kewajiban semua kader untuk memilih (Jokowi-Ahok). Ini juga merupakan perintah langsung dari Ketua Umum," kata Arif saat dihubungi di Jakarta, Rabu (19/9/2012).
Selain mewajibkan seluruh kadernya untuk memilih pasangan Jokowi-Ahok, PDIP juga telah mengerahkan para kadernya yang bermukim di Jakarta dan yang akan menggunakan hak pilihnya besok agar tidak melakukan kecurangan-kecurangan, dan terus mengawasi dan mengawal hasil perolehan suara sampai akhir.
(ysw)