Diprediksi angka Golput tetap
Kamis, 20 September 2012 - 08:05 WIB
Diprediksi angka Golput tetap
A
A
A
Sindonews.com - Menurut Direktur Eksekutif Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis), Husin Yazid, masyarakat yang memilih golput pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta 20 September 2012 jumlahnya akan tetap.
"Saya rasa tetap (Jumlah masyarakat yang golput)," kata Husin saat dihubungi di Jakarta, Rabu (19/9/2012).
Golput itu sendiri karena hampir 50 persen masyarakat Jakarta sudah memiliki kehidupan yang mapan. Sehingga tidak terlalu peduli dengan hal-hal yang berbau politik seperti Pilgub DKI Jakarta.
"Masyarakat Jakarta inikan hampir 50 persen sudah mapan. Jadi dia kepedulian terhadap politik seperti Pilkada ini kurang," jelas Husin.
Kekurangan kepedulian itu lanjut Husin dikarenakan pikiran masyarakat yang menganggap bahwa Pilgub DKI Jakarta tidak akan berpengaruh dengan bisnis yang mereka jalani. Sehingga mereka menjadi tidak perduli siapa yang akan menjadi pemimpin Jakarta nantinya.
"Kan mereka berfikir tidak ada pengaruh (Pilkada DKI Jakarta) dengan bisnis mereka. Sehinga mereka menilai siapapun yang jadi pemimpin (Jakarta) tidak masalah," tukas Husin.
Seperti diketahui, angka Golput pada Pilgub DKI Jakarta 2012 putaran pertama mencapai mencapai 37,05 persen, atau naik sekira 2,6 persen dibandingkan jumlah Golput pada Pilgub DKI Jakarta tahun 2007 yang berjumlah 34,9 persen.
"Saya rasa tetap (Jumlah masyarakat yang golput)," kata Husin saat dihubungi di Jakarta, Rabu (19/9/2012).
Golput itu sendiri karena hampir 50 persen masyarakat Jakarta sudah memiliki kehidupan yang mapan. Sehingga tidak terlalu peduli dengan hal-hal yang berbau politik seperti Pilgub DKI Jakarta.
"Masyarakat Jakarta inikan hampir 50 persen sudah mapan. Jadi dia kepedulian terhadap politik seperti Pilkada ini kurang," jelas Husin.
Kekurangan kepedulian itu lanjut Husin dikarenakan pikiran masyarakat yang menganggap bahwa Pilgub DKI Jakarta tidak akan berpengaruh dengan bisnis yang mereka jalani. Sehingga mereka menjadi tidak perduli siapa yang akan menjadi pemimpin Jakarta nantinya.
"Kan mereka berfikir tidak ada pengaruh (Pilkada DKI Jakarta) dengan bisnis mereka. Sehinga mereka menilai siapapun yang jadi pemimpin (Jakarta) tidak masalah," tukas Husin.
Seperti diketahui, angka Golput pada Pilgub DKI Jakarta 2012 putaran pertama mencapai mencapai 37,05 persen, atau naik sekira 2,6 persen dibandingkan jumlah Golput pada Pilgub DKI Jakarta tahun 2007 yang berjumlah 34,9 persen.
(ysw)