Cegah mobilisasi massa, Polda Banten terjunkan 250 personel
Rabu, 19 September 2012 - 20:05 WIB
Cegah mobilisasi massa, Polda Banten terjunkan 250 personel
A
A
A
Sindonews.com – Enam pintu Tol Tangerang-Merak yang ada di wilayah hukum Polda Banten dijaga ketat 250 personel kepolisian. Hal itu untuk mengantisipasi adanya mobilisasi massa dari berbagai wilayah di Provinsi Banten ke DKI Jakarta pada saat Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta putaran kedua.
Kepala Kepolisian Daerah Banten Brigjen Pol Eko Hadi Sutedjo mengatakan, selain menyiapkan 250 personel di sejumlah pintu tol, pihaknya juga akan menerjunkan 841 personel anggota Polda Banten yang akan ditempatkan di sejumlah perbatasan Jakarta-Banten.
"Selain melakukan penjagaan di setiap gerbang Tol Tangerang-Merak, kami juga melakukan pengamanan di beberapa ruas jalan menuju Jakarta, serta objek vital yang ada," katanya di Mapolda Banten, Rabu (19/9/2012).
Dia mengungkapkan, pihaknya mendeteksi adanya pergeseran titik rawan keamanan dalam Pilgub DKI Jakarta putaran kedua, dari yang semula di Jakarta menjadi ke sejumlah wilayah perbatasan Jakarta-Banten.
"Kita juga melakukan hal ini, karena isu yang berkembang pada Pilgub DKI yaitu isu SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan)," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Gerbang Tol Merak Dudung Wijaya mengatakan, jalan tol menjadi objek vital yang perlu dilakukan pengamanan untuk mengantisipasi adanya gerakan massa menjelang Pilgub DKI Jakarta. Antisipasi itu juga untuk mencegah terulangnya pemblokiran jalan tol, seperti gerakan buruh di bekasi beberapa waktu lalu.
Kepala Kepolisian Daerah Banten Brigjen Pol Eko Hadi Sutedjo mengatakan, selain menyiapkan 250 personel di sejumlah pintu tol, pihaknya juga akan menerjunkan 841 personel anggota Polda Banten yang akan ditempatkan di sejumlah perbatasan Jakarta-Banten.
"Selain melakukan penjagaan di setiap gerbang Tol Tangerang-Merak, kami juga melakukan pengamanan di beberapa ruas jalan menuju Jakarta, serta objek vital yang ada," katanya di Mapolda Banten, Rabu (19/9/2012).
Dia mengungkapkan, pihaknya mendeteksi adanya pergeseran titik rawan keamanan dalam Pilgub DKI Jakarta putaran kedua, dari yang semula di Jakarta menjadi ke sejumlah wilayah perbatasan Jakarta-Banten.
"Kita juga melakukan hal ini, karena isu yang berkembang pada Pilgub DKI yaitu isu SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan)," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Gerbang Tol Merak Dudung Wijaya mengatakan, jalan tol menjadi objek vital yang perlu dilakukan pengamanan untuk mengantisipasi adanya gerakan massa menjelang Pilgub DKI Jakarta. Antisipasi itu juga untuk mencegah terulangnya pemblokiran jalan tol, seperti gerakan buruh di bekasi beberapa waktu lalu.
(lil)