Jokowi sungkem sang ibu, minta doa restu
Rabu, 19 September 2012 - 12:27 WIB
Jokowi sungkem sang ibu, minta doa restu
A
A
A
Sindonews.com - Sebelum berangkat ke Jakarta untuk mengikuti pertarungan perebutan kursi DKI 1, calon gubernur (cagub) DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) minta restu kepada orangtuanya.
Di rumah sang ibunda di Jalan Pleret Raya RT 01/07 Sumber Kota Solo, Jokowi mencium kedua tangan sang ibu dan memohon doa restu agar bisa menghadapi Pilgub DKI dengan lancar. Saat sungkeman Jokowi terlihat larut dalam suasa haru.
Wali Kota Solo ini sempat menangis ketika sang ibu yakni Sujiatmi Noto Miatdjo memberikan restu dan meniup kening Jokowi.
"Saya sudah biasa sejak kecil sampai sekarang sering sungkem. Apalagi akan menghadapi Pilgub ini agar urusan semua lancar saya perlu minta doa orangtua, kalau nanti bisa jadi Gubernur DKI bisa menjadi Gubernur yang bermanfaat untuk umat dan masyarakat," ujar Jokowi, di rumah sang ibu, Rabu (19/9/2012).
Sementara itu, Sujiatmi berharap, jika putranya kelak terpilih menjadi Gubernur, bisa menjalankan tugas dengan tulus ikhlas, jujur dan amanah.
"Kalau nanti terpilih harus menjalankan semua apa yang pernah dijanjikan karena janji adalah hutang, jadi harus dibayar," tutur Sujiatmi.
Di rumah sang ibunda di Jalan Pleret Raya RT 01/07 Sumber Kota Solo, Jokowi mencium kedua tangan sang ibu dan memohon doa restu agar bisa menghadapi Pilgub DKI dengan lancar. Saat sungkeman Jokowi terlihat larut dalam suasa haru.
Wali Kota Solo ini sempat menangis ketika sang ibu yakni Sujiatmi Noto Miatdjo memberikan restu dan meniup kening Jokowi.
"Saya sudah biasa sejak kecil sampai sekarang sering sungkem. Apalagi akan menghadapi Pilgub ini agar urusan semua lancar saya perlu minta doa orangtua, kalau nanti bisa jadi Gubernur DKI bisa menjadi Gubernur yang bermanfaat untuk umat dan masyarakat," ujar Jokowi, di rumah sang ibu, Rabu (19/9/2012).
Sementara itu, Sujiatmi berharap, jika putranya kelak terpilih menjadi Gubernur, bisa menjalankan tugas dengan tulus ikhlas, jujur dan amanah.
"Kalau nanti terpilih harus menjalankan semua apa yang pernah dijanjikan karena janji adalah hutang, jadi harus dibayar," tutur Sujiatmi.
(lns)