Antisipasi kecurangan, Panwaslu kerahkan 913 pemantau
Selasa, 18 September 2012 - 07:04 WIB
Antisipasi kecurangan, Panwaslu kerahkan 913 pemantau
A
A
A
Sindonews.com - Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) DKI Jakarta akan menerjunkan 801 relawan untuk mengawasi proses pemungutan suara Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta putaran kedua 20 September 2012 mendatang. Jumlah tersebut, masih ditambah dengan 112 anggota Panwascam dan Panwas Kota/Kabupaten.
Anggota Panwaslu DKI Jakarta M Jufri mengatakan, seluruh relawan dan anggotanya itu akan diterjunkan ke seluruh tempat pemungutan suara (TPS), untuk mengantisipasi kecurangan dan tindak pidana pemilu selama proses pemungutan suara berlangsung.
"Jadi total ada 913 personel yang akan memantau pemungutan suara. Itu untuk mengantisipasi adanya kecurangan pada hari pencoblosan nanti," katanya saat dihubungi Sindonews di Jakarta, Selasa (18/9/2012).
Dia mengungkapkan, ke-801 relawan yang memantau pelaksanaan putaran kedua mendatang telah direkrut sejak Pilgub DKI Jakarta putaran pertama lalu. "Jadi yang membedakan antara putaran pertama dan kedua nanti, hanya penambahan 112 personel anggota Panwascam, dan Panwas Kota/Kabupaten," ujarnya.
Seperti diketahui, pemungutan suara Pilgub DKI putaran kedua nanti akan dilaksanakan 20 September 2012 mendatang, dan akan diikuti oleh pasangan nomor urut 1 Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli (Foke-Nara), dan pasangan dengan nomor urut 3 Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama (Jokowi-Ahok).
Pasangan Foke-Nara lolos putaran pertama dengan meraup 1.476.648 suara, atau sebesar 34,05 persen. Sedangkan, pasangan Jokowi-Ahok meraup suara sebanyak 1.847.157, atau sebesar 42,60 persen. Menteri Dalam Negeri sendiri telah mengeluarkan Kepmendagri No 270-614 Tahun 2012 tertanggal 6 September 2012, yang menyatakan hari pemungutan suara putaran kedua nanti adalah hari libur di DKI Jakarta.
Anggota Panwaslu DKI Jakarta M Jufri mengatakan, seluruh relawan dan anggotanya itu akan diterjunkan ke seluruh tempat pemungutan suara (TPS), untuk mengantisipasi kecurangan dan tindak pidana pemilu selama proses pemungutan suara berlangsung.
"Jadi total ada 913 personel yang akan memantau pemungutan suara. Itu untuk mengantisipasi adanya kecurangan pada hari pencoblosan nanti," katanya saat dihubungi Sindonews di Jakarta, Selasa (18/9/2012).
Dia mengungkapkan, ke-801 relawan yang memantau pelaksanaan putaran kedua mendatang telah direkrut sejak Pilgub DKI Jakarta putaran pertama lalu. "Jadi yang membedakan antara putaran pertama dan kedua nanti, hanya penambahan 112 personel anggota Panwascam, dan Panwas Kota/Kabupaten," ujarnya.
Seperti diketahui, pemungutan suara Pilgub DKI putaran kedua nanti akan dilaksanakan 20 September 2012 mendatang, dan akan diikuti oleh pasangan nomor urut 1 Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli (Foke-Nara), dan pasangan dengan nomor urut 3 Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama (Jokowi-Ahok).
Pasangan Foke-Nara lolos putaran pertama dengan meraup 1.476.648 suara, atau sebesar 34,05 persen. Sedangkan, pasangan Jokowi-Ahok meraup suara sebanyak 1.847.157, atau sebesar 42,60 persen. Menteri Dalam Negeri sendiri telah mengeluarkan Kepmendagri No 270-614 Tahun 2012 tertanggal 6 September 2012, yang menyatakan hari pemungutan suara putaran kedua nanti adalah hari libur di DKI Jakarta.
(lil)