Pilgub DKI, figur masih jadi senjata ampuh
Senin, 17 September 2012 - 17:45 WIB
Pilgub DKI, figur masih jadi senjata ampuh
A
A
A
Sindonews.com - Pada putaran kedua di Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta, figur masih dijadikan senjata ampuh untuk merebut simpati dari warga Jakarta.
"Pengaruh tren naiknya Jokowi maupun Foke, 60 persen karena figur, 40 persen karena mesin politik. Jadi figur itu masih berpengaruh," kata Direktur Eksekutif Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis), Husin Yazid di Menteng, Jakarta Pusat, Senin (17/9/2012).
Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh Puskaptis dari tanggal 10-14 September 2012 lalu, diketahui masyarakat Jakarta akan memilih Foke sama seperti putaran pertama sebanyak 30,85 persen. Yang beralih memilih Jokowi sebanyak 0,95 persen. Dan yang memilih tidak tahu sebanyak 0,51 persen.
Sedangkan untuk masyarakat Jakarta yang pada putaran pertama memilih Jokowi, sebesar 1,25 persen akan beralih memilih Foke. Sebesar 39,50 tetap akan memilih Jokowi. Dan sebesar 0,32 menjawab tidak tahu.
Survei ini sendiri melibatkan 1.250 sample responden dengan margin error sebesar 2,8 persen. Responden tersebar di Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Jakarta Barat, Jakarta Utara, dan Kepulauan Seribu.
"Pengaruh tren naiknya Jokowi maupun Foke, 60 persen karena figur, 40 persen karena mesin politik. Jadi figur itu masih berpengaruh," kata Direktur Eksekutif Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis), Husin Yazid di Menteng, Jakarta Pusat, Senin (17/9/2012).
Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh Puskaptis dari tanggal 10-14 September 2012 lalu, diketahui masyarakat Jakarta akan memilih Foke sama seperti putaran pertama sebanyak 30,85 persen. Yang beralih memilih Jokowi sebanyak 0,95 persen. Dan yang memilih tidak tahu sebanyak 0,51 persen.
Sedangkan untuk masyarakat Jakarta yang pada putaran pertama memilih Jokowi, sebesar 1,25 persen akan beralih memilih Foke. Sebesar 39,50 tetap akan memilih Jokowi. Dan sebesar 0,32 menjawab tidak tahu.
Survei ini sendiri melibatkan 1.250 sample responden dengan margin error sebesar 2,8 persen. Responden tersebar di Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Jakarta Barat, Jakarta Utara, dan Kepulauan Seribu.
(mhd)