Jokowi diramalkan masih unggul
Senin, 17 September 2012 - 15:36 WIB
Jokowi diramalkan masih unggul
A
A
A
Sindonews.com - Secara elektabilitas, pasangan calon gubernur (Cagub) dan calon wakil gubernur (Cawagub) DKI Jakarta Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menduduki posisi teratas dibanding pesaingnya Fauzi Bowo (Foke)-Nachrowi Ramli(Nara) dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta pada putaran kedua.
"Pak Jokowi masih unggul. Jika saja minggu kemarin diadakan Pilkada, Jokowi unggul," kata Direktur Eksekutif Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis) Husin Yazid, di Menteng, Jakarta Pusat, Senin (17/9/2012).
Berdasarkan survei yang diadakan Puskaptis mulai tanggal 10-14 September 2012 lalu, hasil elektabilitas pasangan Foke-Nara sebesar 44,90 persen. Sedangkan Jokowi-Ahok sebesar 47,56 persen, lalu yang tidak tahu sebesar 7,54 persen.
Survei ini melibatkan 1.250 sample responden dengan margin error sebesar 2,8 persen. Responden sendiri tersebar di Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Jakarta Barat, Jakarta Utara, dan Kepulauan Seribu.
Sebelumnya, Husin Yazid juga pernah mengatakan, koalisi besar yang digalang incumbent Foke-Nara hanya pepesan kosong.
Sebab Pilgub DKI benar-benar menjadi ajang pertarungan figur, sedangkan peran partai tak terlalu signifikan dalam pemenangan pesta rakyat limatahunan ini.
"Kekuatan figur lebih menentukan dibanding dukungan partai. Dengan logika ini, maka boleh jadi koalisi besar partai-partai mendukung salah satu pasangan calon hanya menjadi pepesan kosong," terangnya.
"Pak Jokowi masih unggul. Jika saja minggu kemarin diadakan Pilkada, Jokowi unggul," kata Direktur Eksekutif Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis) Husin Yazid, di Menteng, Jakarta Pusat, Senin (17/9/2012).
Berdasarkan survei yang diadakan Puskaptis mulai tanggal 10-14 September 2012 lalu, hasil elektabilitas pasangan Foke-Nara sebesar 44,90 persen. Sedangkan Jokowi-Ahok sebesar 47,56 persen, lalu yang tidak tahu sebesar 7,54 persen.
Survei ini melibatkan 1.250 sample responden dengan margin error sebesar 2,8 persen. Responden sendiri tersebar di Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Jakarta Barat, Jakarta Utara, dan Kepulauan Seribu.
Sebelumnya, Husin Yazid juga pernah mengatakan, koalisi besar yang digalang incumbent Foke-Nara hanya pepesan kosong.
Sebab Pilgub DKI benar-benar menjadi ajang pertarungan figur, sedangkan peran partai tak terlalu signifikan dalam pemenangan pesta rakyat limatahunan ini.
"Kekuatan figur lebih menentukan dibanding dukungan partai. Dengan logika ini, maka boleh jadi koalisi besar partai-partai mendukung salah satu pasangan calon hanya menjadi pepesan kosong," terangnya.
(mhd)