Mc Donald & KFC di Solo ditutup paksa ormas
Minggu, 16 September 2012 - 23:02 WIB
Mc Donald & KFC di Solo ditutup paksa ormas
A
A
A
Sindonews.com - Restoran cepat saji Amerika, Mc Donald dan KFC, di Jalan Dokter Rajiman, Singosaren, Solo, Jawa Tengah, dipaksa tutup oleh seratusan anggota salah satu ormas Islam. Organisasi Islam yang melakukan penutupan itu dikenal cukup kuat dan radikal di Solo.
Tidak hanya melakukan penutupan, mereka juga merusak mesin kasir salah satu restoran. Tidak ada petugas kepolisian yang coba menghalangi aksi massa ormas itu. Padahal, sebelum melakukan pengrusakan, massa sempat melakukan longmarch dengan berjalan kaki dan konvoi menggunakan sepeda motor.
Aksi penutupan itu bermula saat ratusan massa salah satu ormas Islam di Solo melakukan aksi demontrasi mengecam film Innocence of Moeslims dan menyerukan untuk memboikot produk asing. Kemudian massa melakukan longmarch dan mendatangi restoran.
Restoran pertama yang didatangi adalah Mc Donald. Setelah berhasil melakukan penutupan, massa bergerak menuju restoran cepat saji KFC, di komplek pertokoan Matahari Singosaren, yang berjarak 200 meter dari Mc Donald. Di tempat itu, massa mengancam para pegawai KFC untuk segera menutup restoran.
Merasa terancam, akhirnya para pegawai restoran melakukan penutupan dengan menutup gerai bagian depan restoran. Hal itu dilakukan untuk melindungi konsumen yang tengah makan di restoran itu.
"Saat kejadian ini berlangsung tidak ada polisi yang bertugas di kompleks pertokoan Singosaren," ujar Susi, salah seorang pegawai KFC yang berhasil ditemui, di lokasi kejadian, Minggu (16/9/2012).
Seperti diketahui, lokasi dua restoran itu berada di seberang pos polisi Singosaren, tempat terjadi penembakan anggota polisi oleh terduga kelompok terorisme. Hingga saat ini, pos polisi itu dibiarkan kosong.
Dalam aksinya, massa menggunakan busana Muslim. Sebagian ada yang menutupi wajahnya dengan sorban, ada yang memakai helm dan ada juga yang terbuka. Namun ada juga yang memakai rompi dengan tulisan arab dan simbol ormasnya di belakang.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian. Bahkan Kasubag Humas Polresta Solo AKP Sisraniwati saat dihubungi ke telepon genggamnya masih belum memberi jawaban.
Tidak hanya melakukan penutupan, mereka juga merusak mesin kasir salah satu restoran. Tidak ada petugas kepolisian yang coba menghalangi aksi massa ormas itu. Padahal, sebelum melakukan pengrusakan, massa sempat melakukan longmarch dengan berjalan kaki dan konvoi menggunakan sepeda motor.
Aksi penutupan itu bermula saat ratusan massa salah satu ormas Islam di Solo melakukan aksi demontrasi mengecam film Innocence of Moeslims dan menyerukan untuk memboikot produk asing. Kemudian massa melakukan longmarch dan mendatangi restoran.
Restoran pertama yang didatangi adalah Mc Donald. Setelah berhasil melakukan penutupan, massa bergerak menuju restoran cepat saji KFC, di komplek pertokoan Matahari Singosaren, yang berjarak 200 meter dari Mc Donald. Di tempat itu, massa mengancam para pegawai KFC untuk segera menutup restoran.
Merasa terancam, akhirnya para pegawai restoran melakukan penutupan dengan menutup gerai bagian depan restoran. Hal itu dilakukan untuk melindungi konsumen yang tengah makan di restoran itu.
"Saat kejadian ini berlangsung tidak ada polisi yang bertugas di kompleks pertokoan Singosaren," ujar Susi, salah seorang pegawai KFC yang berhasil ditemui, di lokasi kejadian, Minggu (16/9/2012).
Seperti diketahui, lokasi dua restoran itu berada di seberang pos polisi Singosaren, tempat terjadi penembakan anggota polisi oleh terduga kelompok terorisme. Hingga saat ini, pos polisi itu dibiarkan kosong.
Dalam aksinya, massa menggunakan busana Muslim. Sebagian ada yang menutupi wajahnya dengan sorban, ada yang memakai helm dan ada juga yang terbuka. Namun ada juga yang memakai rompi dengan tulisan arab dan simbol ormasnya di belakang.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian. Bahkan Kasubag Humas Polresta Solo AKP Sisraniwati saat dihubungi ke telepon genggamnya masih belum memberi jawaban.
(san)