Cegah SARA di Sekolah, Wagub Emil Minta Kedepankan Upaya Preventif
Selasa, 15 Maret 2022 - 17:36 WIB
loading...
Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak.Foto/dok
A
A
A
SURABAYA - Wakil Gubernur Jawa Timur (Jatim) Emil Elestianto Dardak menyebut perlunya pencegahan sejak dini untuk menghindari konflik maupun permasalahan di sekolah, utamanya persoalan Suku, Agama, Ras, dan Antar Golongan (SARA).
"Pencegahan dini berbasis SARA di lingkungan sekolah harus dilakukan dengan pendekatan preventif, bukan reaktif. Sehingga langkah tersebut dapat mencegah terjadinya permasalahan atau konflik yang lebih besar,” kata Emil saat membuka sebuah seminar di Surabaya, Selasa (15/3/2022).
Baca juga: Wagub Emil Optimistis Ibadah Haji Bisa Terselenggara Tahun Ini
Ia mengatakan, terkadang sikap, perbuatan maupun candaan yang ringan antara guru dengan murid, atau sesama murid bisa berpotensi memunculkan SARA. Ekosistem sekolah meliputi tenaga pendidik atau guru, murid dan wali murid menjadi salah satu fokus utama dalam mengedepankan upaya preventif atau pencegahan di sekolah. “Sehingga dapat terhindarkan dari konflik SARA,” ujarnya.
Deteksi dini, lanjut Emil, harus diciptakan melalui komunikasi antara guru kepada murid maupun wali murid di setiap sekolah. Menurutnya, pencegahan dini terhadap ekstremisme berbasis SARA di lingkungan sekolah harus didukung.
"Pencegahan dini berbasis SARA di lingkungan sekolah harus dilakukan dengan pendekatan preventif, bukan reaktif. Sehingga langkah tersebut dapat mencegah terjadinya permasalahan atau konflik yang lebih besar,” kata Emil saat membuka sebuah seminar di Surabaya, Selasa (15/3/2022).
Baca juga: Wagub Emil Optimistis Ibadah Haji Bisa Terselenggara Tahun Ini
Ia mengatakan, terkadang sikap, perbuatan maupun candaan yang ringan antara guru dengan murid, atau sesama murid bisa berpotensi memunculkan SARA. Ekosistem sekolah meliputi tenaga pendidik atau guru, murid dan wali murid menjadi salah satu fokus utama dalam mengedepankan upaya preventif atau pencegahan di sekolah. “Sehingga dapat terhindarkan dari konflik SARA,” ujarnya.
Deteksi dini, lanjut Emil, harus diciptakan melalui komunikasi antara guru kepada murid maupun wali murid di setiap sekolah. Menurutnya, pencegahan dini terhadap ekstremisme berbasis SARA di lingkungan sekolah harus didukung.
Lihat Juga :