Cegah kebakaran hutan, 10 mandor disiagakan

Minggu, 16 September 2012 - 14:19 WIB
Cegah kebakaran hutan,...
Cegah kebakaran hutan, 10 mandor disiagakan
A A A
Sindonews.com – Polisi Kehutanan (Polhut) Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dihutbun) Kabupaten Bantaeng, menyiagakan 10 mandor hutan, khusus untuk mengantisipasi kebakaran hutan yang diperkirakan akan meningkat di musim kemarau.

Kepala Bidang (Kabid) Peningkatan Sumber Daya Alam (PSDA) Dishutbun Bantaeng, Bahtiar Mudo mengatakan langkah tersebut dilakukan lantaran musim kemarau dianggap sebagai situasi rawan terjadi kebakaran hutan.

“10 Mandor hutan ini, kami kontrak selama tiga bulan kedepan, karena tiga bulan kedepan (September-November) kami masukkan sebagai masa kritis,” jelas Bahtiar, Minggu (16/9/2012).

Lebih lanjut, Bahtiar mengatakan bahwa masa kritis tersebut lantaran, banyaknya dahan serta semak-semak yang kering yang gampang terbakar. Kebakaran bisa dipicu dari puntung rokok yang dibuang oleh warga, ataupun pembakaran hutan yang disengaja.

“Kami juga sudah keluarkan surat edaran ke desa-desa serta mengumumkan di Masjid. Kami juga meminta kesadaran masyarakat, agar tetap waspada dan berhati-hati saat membuang puntung rokok,” ujar Bahtiar.

Mengenai luas hutan lindung di Bantaeng saat ini, mencapai 6.222 hektare (Ha). Lahan seluas itu hanya memiliki personil terbatas yakni 36 Polisi Hutan, sehingga pihaknya mengontrak mandor hutan.

Pihaknya sudah mendata ada beberapa titik yang rawan kebakaran hutan, yakni di Kecamatan Ulu Ere di Desa Bonto Lojong, Bonto Marannu, dan Bonto Daeng. Kecamatan Sinoa, di Desa Bonto Bulaeng, dan Kecamatan Tompo Bulu, di Desa Bonto Tappalang, Labbo, dan Pattaneteang.

“Kami juga sudah berkoordinasi dengan BSB (Badan Siaga Bencana) untuk melakukan pemantauan bersama dan antisipasi,” tandas Bahtiar.

Direktur LSM Sahabat Alam Bantaeng (Balang) Adam mendukung program tersebut. Selain itu, harus disiapkan peta mengenai wilayah rawan kebakaran hutan dan juga fasilitas pemadaman saat terjadi kebakaran.

“Sekarang memang musim kemarau, dan yang paling rawan adalah Pinus. Jika terjadi sedikit gesekan akan menimbulkan percikan api dan bisa terjadi kebakaran hutan. Jadi memang sangat penting adanya pengawasan hutan saat kemarau,” jelas dia.
(ysw)
Berita Terkait
Cegah Kebakaran Hutan...
Cegah Kebakaran Hutan dan Lahan, Pemkab Muba Anggarkan Rp10 Miliar
Penyebab Pendakian Belum...
Penyebab Pendakian Belum Dibuka Meski Titik Api Gunung Arjuno-Welirang Sudah Padam
Provinsi Kanada Umumkan...
Provinsi Kanada Umumkan Keadaan Darurat Akibat Kebakaran Hutan, 24.000 Orang Dievakuasi
Kebakaran Hutan di Chile...
Kebakaran Hutan di Chile Tewaskan 40 Orang
Kebakaran California...
Kebakaran California Meluas, Muncul Titik Api Baru di West Hills
Antisipasi Karhutla,...
Antisipasi Karhutla, Polisi Intensifkan Patroli Hutan di Blora
Berita Terkini
Peradi Profesional-Unisba...
Peradi Profesional-Unisba Perkuat Pendidikan Hukum dan Pengembangan Profesi Advokat
13 menit yang lalu
Perkuat Ekonomi Maluku...
Perkuat Ekonomi Maluku Utara, APHI Dorong Penerapan Multiusaha Kehutanan
22 menit yang lalu
Apresiasi Polda Sumut...
Apresiasi Polda Sumut Ungkap Ribuan Kasus Narkoba, Sahroni: Kejar Bandarnya, Selamatkan Masyarakat!
52 menit yang lalu
Prajurit TNI Kodam XVII...
Prajurit TNI Kodam XVII Cenderawasih Tewas Dikeroyok Sembilan Orang di Kabupaten Tangerang
1 jam yang lalu
Dukung Penguatan Ekonomi...
Dukung Penguatan Ekonomi Kerakyatan, Danantara Tinjau Pemberdayaan Nasabah PNM di Mojokerto
1 jam yang lalu
Korban Terakhir Ledakan...
Korban Terakhir Ledakan Gas di Rumah Mewah di Medan Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Ditutup
4 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved