Kiai & santri protes film pelcehan nabi Muhammad
Sabtu, 15 September 2012 - 19:07 WIB
Kiai & santri protes film pelcehan nabi Muhammad
A
A
A
Sindonews.com - Ribuan alumni santri pondok pesantren (Ponpes) Tebu Ireng Se-Indonesia mengecam keras penghinaan nabi Muhammad dalam film 'inocence of muslim'. Para kiai dan ribuan alumni santri yang berkumpul di Ponpes mengecam film itu.
"Hal tersebut merupakan cara lama dan licik untuk memancing umat Islam menjadi anarkis," kata Pengasuh Ponpes Tebu Ireng KH Sholahudin Wahid saat menggelar pertemuan di Ponpes Tebu Ireng, Jombang, Jawa Timur, Sabtu (15/9/2012).
Dia berharap umat Islam tidak terpancing dengan cara lama tersebut. Pasalnya, kalau umat Islam anarkis akan berdampak pada citra negatif Islam itu sendiri.
"Saat umat Islam terpancing emosinya dan bertindak anarkis, mereka akan balik menyalahkan dan mengklaim Islam sebagai agama yang mengajarkan kekerasan," serunya.
Pria yang biasa disapa Gus Sholah ini mendesak, pemerintah pusat untuk berani mengambil sikap yang tegas kepada pemerintah Amerika Serikat (AS).
"Pemerintah Indonesia (harus) berani bersikap tegas dan mengirim nota protes kepada pemerintah Amerika yang membiarkan warganya memproduksi film atau melakukan tindak pelecehan terhadap umat Islam," katanya.
Hal senada juga dilontarkan oleh para alumni Ponpes tersebut. Ribuan alumni santri ini juga mendesak pemerintah di Indonesia proaktif dan berani mengirim nota protes kepada pemerintah Amerika.
"Hal tersebut merupakan cara lama dan licik untuk memancing umat Islam menjadi anarkis," kata Pengasuh Ponpes Tebu Ireng KH Sholahudin Wahid saat menggelar pertemuan di Ponpes Tebu Ireng, Jombang, Jawa Timur, Sabtu (15/9/2012).
Dia berharap umat Islam tidak terpancing dengan cara lama tersebut. Pasalnya, kalau umat Islam anarkis akan berdampak pada citra negatif Islam itu sendiri.
"Saat umat Islam terpancing emosinya dan bertindak anarkis, mereka akan balik menyalahkan dan mengklaim Islam sebagai agama yang mengajarkan kekerasan," serunya.
Pria yang biasa disapa Gus Sholah ini mendesak, pemerintah pusat untuk berani mengambil sikap yang tegas kepada pemerintah Amerika Serikat (AS).
"Pemerintah Indonesia (harus) berani bersikap tegas dan mengirim nota protes kepada pemerintah Amerika yang membiarkan warganya memproduksi film atau melakukan tindak pelecehan terhadap umat Islam," katanya.
Hal senada juga dilontarkan oleh para alumni Ponpes tersebut. Ribuan alumni santri ini juga mendesak pemerintah di Indonesia proaktif dan berani mengirim nota protes kepada pemerintah Amerika.
(mhd)