Ahok bantah disebut pendekatan politik
Sabtu, 15 September 2012 - 14:08 WIB
Ahok bantah disebut pendekatan politik
A
A
A
Sindonews.com - Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, membantah jika kedatangannya dalam acara bincang Air Susu Ibu (ASI) yang diadakan di Jalan Borobudur, Menteng, Jakarta Pusat, sebagai salah satu pendekatan politik. Tujuannya, agar masyarakat memilih dirinya dan Joko Widodo (jokowi) pada putaran dua Pilgub DKI Jakarta 20 September mendatang.
Dia mengatakan, kehadirannya dalam acara tersebut sebagai sebuah gerakan sosial. Dirinya berjanji tetap melakukan aksi sosial ini, meskipun dirinya tidak terpilih sebagai Wagub DKI Jakarta mendatang.
"Enggak sih, (itu hanya) untuk potensi pemilih, yang datang juga enggak terlalu banyak. Sebenarnya ini suatu gerakan saja. Terpilih atau terpilih, itu bukan persoalan utama. Yang utama keadilan sosial dan ksejahteraan kan tercapai," tukasnya di Jakarta, Sabtu (15/9/2012).
Pria yang biasa disapa Ahok ini mengatakan, kehadirannya di acara bincang ASI ini membicarakan terkait ASI yang merupakan hak bayi. Hal itu telah diatur dalam undang-undang tentang hak anak. Jadi pasalah pokoknya bukan masalah politik, atau pemilihan gubernur (Pilgub) DKI Jakarta.
"Kan ini juga pressure politik. Kalau kami lakukan ini (bincang soal ASI), calon lain pasti juga memikirkan semua undang-undang, hak dari bayi sampai meninggal. Soal terpilih atau tidak terpilih itu eksesnya saja," katanya.
Dia mengatakan, kehadirannya dalam acara tersebut sebagai sebuah gerakan sosial. Dirinya berjanji tetap melakukan aksi sosial ini, meskipun dirinya tidak terpilih sebagai Wagub DKI Jakarta mendatang.
"Enggak sih, (itu hanya) untuk potensi pemilih, yang datang juga enggak terlalu banyak. Sebenarnya ini suatu gerakan saja. Terpilih atau terpilih, itu bukan persoalan utama. Yang utama keadilan sosial dan ksejahteraan kan tercapai," tukasnya di Jakarta, Sabtu (15/9/2012).
Pria yang biasa disapa Ahok ini mengatakan, kehadirannya di acara bincang ASI ini membicarakan terkait ASI yang merupakan hak bayi. Hal itu telah diatur dalam undang-undang tentang hak anak. Jadi pasalah pokoknya bukan masalah politik, atau pemilihan gubernur (Pilgub) DKI Jakarta.
"Kan ini juga pressure politik. Kalau kami lakukan ini (bincang soal ASI), calon lain pasti juga memikirkan semua undang-undang, hak dari bayi sampai meninggal. Soal terpilih atau tidak terpilih itu eksesnya saja," katanya.
(mhd)