Tangkubanparahu masih berbahaya

Sabtu, 15 September 2012 - 06:08 WIB
Tangkubanparahu masih...
Tangkubanparahu masih berbahaya
A A A
Sindonews.com - Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMBG) menegaskan belum merekomendasikan membuka Taman Wisata Alam (TWA) Tangkubanparahu.

Kawasan gunung tersebut dianggap masih berbahaya.Jadi, tidak boleh ada kunjungan wisata dan aktivitas lain, termasuk berdagang.

“Hingga sekarang belum ada rekomendasi agar TWA Tangkubanparahu dibuka,karena kondisinya masih dipantau dan berbahaya,” tutur anggota tim ahli PVMBG bidang pengamatan dan penyelidikan gunung api Ugan Boyson Saing memberikan penjelasan kepada 1.080 pedagang yang biasa berjualan di Tangkubanparahu, Jumat 14 September 2012.

Hal ini terkait dengan status Gunung Tangkubanparahu yang statusnya masih waspada level II.Menurut dia,di Gunung Tangkubanparahu memiliki sembilan kawah.Yang paling aktif adalah Kawah Ratu dan Domas. Berdasarkan pengamatan sejak 1 Januari-12 September 2012, aktivitas kegempaan, baik vulkanik dangkal (VA) dan vulkanik dalam (VB), cukup tinggi.Jauh lebih tinggi dibandingkan 2011, di mana aktivitas tremor (celah yang muncul untuk melemparkan fluida/gas dari dasar kawah) intens terjadi.

Itulah alasan mengapa status Gunung Tangkubanparahu dari normal menjadi waspada level II sejak 23 Agustus lalu. Hingga saat ini, aktivitas tremor cenderung menurun. Tapi belum bisa dipastikan apakah tren penurunan aktivitas itu bersifat sementara atau akan terus turun. Karenanya PVMBG terus melakukan evaluasi terkait status terkini karena meski tremornya turun suhu di Kawah Ratu terus mengalami kenaikan. Suhu saat ini mencapai 286 derajat celcius, padahal normalnya suhu Kawah Ratu adalah 111 derajat celcius.Termasuk di tiga minggu terakhir ada pemekaran celah di dasar kawah seluas 8,97 sentimeter yang menandakan adanya peningkatan aktivitas.

“Jadi, rekomendasi kami jarak bahaya masih 1,5 kilometer yang tidak boleh ada aktivitas atau mendekat bibir kawah,”ujarnya. Direktur Utama PT Graha Rani Putra Persada (GRPP) Putra Kaban meminta penegasan kejelasan mengenai jarak 1,5 kilometer (km) yang direkomendasikan PVMBG sebagai jarak berbahaya.Pasalnya saat ini masih samar ukuran 1,5 km itu, padahal jika jelas bisa saja dipasang police line atau garis polisi sehingga jadi acuan bagi wisatawan dan pedagang untuk tidak bisa menerobos zona tersebut.

“Kalau jelas jaraknya kami bisa mengambil berbagai alternatif, termasuk memasang police line di daerah yang dianggap berbahaya (1,5 km),” ujarnya.

Menurut dia, penjelasan radiusituperludiberikansupaya tidak membingungkan. Apalagi ada 1.080 pedagang yang menggantungkan hidup dengan berjualandi Tangkubanparahuyang juga meminta kejelasan bagaimana kondisi Gunung Tangkubanparahu.

Sebab,kondisi saat ini efek yang dirasakan banyak bukanhanya pedagang,tapijuga wisatawan dan masyarakat Lembang.“ Saya tidakmaupasangbadan, walaupun rekomendasi penutupan tidak ada kami tetap akan patuh.,”ucapnya.
(azh)
Berita Terkait
Apakah Gunung Bisa Bergerak?...
Apakah Gunung Bisa Bergerak? Ternyata Pernah Disebutkan dalam Al-Qur’an
4 Legenda Gunung Berapi...
4 Legenda Gunung Berapi di Tanah Jawa, dari Merapi hingga Kelud
Gawat! Gunung Kerinci...
Gawat! Gunung Kerinci Level Waspada, 10 Pendaki Masih di Puncak
7 Negara yang Memiliki...
7 Negara yang Memiliki Gunung Berapi Paling Aktif, Indonesia Juaranya
Rahasia Gunung Berapi:...
Rahasia Gunung Berapi: Bisa Tidur Ribuan Tahun Lalu Bangun Tiba-tiba!
6 Gunung dengan Pemandangan...
6 Gunung dengan Pemandangan Terindah di Indonesia, Nomor Terakhir Cocok untuk Pendaki Pemula
Berita Terkini
Saiful Mujani Penuhi...
Saiful Mujani Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya terkait Kasus Dugaan Penghasutan
2 jam yang lalu
2 WNA Ditemukan Tewas...
2 WNA Ditemukan Tewas di Apartemen Jakbar
3 jam yang lalu
Sinergi Pemprov DKI...
Sinergi Pemprov DKI dan BI, Inflasi Jakarta Melandai pada Mei
5 jam yang lalu
4 Kombes Digeser ke...
4 Kombes Digeser ke Polda Pulau Jawa pada Mutasi Polri Mei 2026
6 jam yang lalu
Bayar PBB-P2 hingga...
Bayar PBB-P2 hingga 31 Juli, Warga Jakarta Otomatis Dapat Potongan 7,5%
6 jam yang lalu
Gerakan Kurbanlah Salurkan...
Gerakan Kurbanlah Salurkan Hewan Kurban untuk 3.000 Keluarga di Aceh
8 jam yang lalu
Infografis
OpenAI Bantu AS Memproduksi...
OpenAI Bantu AS Memproduksi Drone Canggih Berbahaya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved