Bersenjatakan linggis, rampok sikat Innova
Jum'at, 14 September 2012 - 23:49 WIB
Bersenjatakan linggis, rampok sikat Innova
A
A
A
Sindonews.com - Kawanan perampok bertopeng dan bersenjata tajam kembali beraksi di Pasuruan, Jawa Timur (Jatim). Sebuah rumah dan toko bangunan milik Rifai, warga Desa Sungikulon Kecamatan Pohjentrek, Kabupaten Pasuruan diobrak-abrik perampok bersenjata linggis dan celurit.
Kawanan perampok ini masuk ke rumah utama melalui tembok toko bangunan. Setelah berhasil menjebol tembok bagian luar, para perampok kemudian masuk dan menjebol tembok bagian dalam untuk bisa masuk ke ruang utama.
Pelaku yang diperkirakan berjumlah empat orang lalu masuk ke kamar korban yang sedang tertidur lelap bersama istrinya, Urifah. Seorang di antaranya menyekap dan mengikat tangan pasangan suami istri ini menggunakan kawat.
Dengan leluasa, para pelaku ini mengobrak-abrik isi rumah korban. Mereka sempat mengancam korban dengan sebilah clurit dan linggis agar menunjukkan harta benda yang dimilikinya.
Kawatir akan keselamatan dirinya, korban terpaksa menunjukkan tempat menyimpan uang, perhiasan dan kunci mobil Toyota Innova miliknya. Sejumlah perhiasan emas, dua buah televisi dan ponsel serta uang Rp5,5 juta amblas digondol pelaku. Total kerugian yang diderita korban mencapai Rp300 juta.
"Kami takut. Mereka mengancam membunuh dengan clurit. Kami tidak bisa berbuat banyak," ungkap Rifai menjelaskan kepada wartawan, Jumat (14/9/2012).
Setelah menguras harta korban, kawanan pelaku ini kabur dengan membawa mobil Toyota Innova hasil jarahannya. Sayangnya, aksi kawanan perampok ini tidak diketahui warga setempat. Pihak kepolisian yang mendapat laporan warga langsung menggelar olah tempat kejadian perkara dan meminta keterangan saksi-saksi. Polisi juga menerjunkan anggotanya untuk melacak keberadaan pelaku yang diduga masih bersembunyi di Pasuruan.
"Kami masih melakukan penyelidikan. Para pelaku ini diduga mengetahui seluk beluk rumah korban," kata Kapolsek Pohjentrek Kompol Bambang HS.
Kawanan perampok ini masuk ke rumah utama melalui tembok toko bangunan. Setelah berhasil menjebol tembok bagian luar, para perampok kemudian masuk dan menjebol tembok bagian dalam untuk bisa masuk ke ruang utama.
Pelaku yang diperkirakan berjumlah empat orang lalu masuk ke kamar korban yang sedang tertidur lelap bersama istrinya, Urifah. Seorang di antaranya menyekap dan mengikat tangan pasangan suami istri ini menggunakan kawat.
Dengan leluasa, para pelaku ini mengobrak-abrik isi rumah korban. Mereka sempat mengancam korban dengan sebilah clurit dan linggis agar menunjukkan harta benda yang dimilikinya.
Kawatir akan keselamatan dirinya, korban terpaksa menunjukkan tempat menyimpan uang, perhiasan dan kunci mobil Toyota Innova miliknya. Sejumlah perhiasan emas, dua buah televisi dan ponsel serta uang Rp5,5 juta amblas digondol pelaku. Total kerugian yang diderita korban mencapai Rp300 juta.
"Kami takut. Mereka mengancam membunuh dengan clurit. Kami tidak bisa berbuat banyak," ungkap Rifai menjelaskan kepada wartawan, Jumat (14/9/2012).
Setelah menguras harta korban, kawanan pelaku ini kabur dengan membawa mobil Toyota Innova hasil jarahannya. Sayangnya, aksi kawanan perampok ini tidak diketahui warga setempat. Pihak kepolisian yang mendapat laporan warga langsung menggelar olah tempat kejadian perkara dan meminta keterangan saksi-saksi. Polisi juga menerjunkan anggotanya untuk melacak keberadaan pelaku yang diduga masih bersembunyi di Pasuruan.
"Kami masih melakukan penyelidikan. Para pelaku ini diduga mengetahui seluk beluk rumah korban," kata Kapolsek Pohjentrek Kompol Bambang HS.
(azh)