Polri bidik staf keuangan Koperasi Langit Biru

Jum'at, 14 September 2012 - 17:04 WIB
Polri bidik staf keuangan...
Polri bidik staf keuangan Koperasi Langit Biru
A A A
Sindonews.com - Kasus penipuan, penggelapan, dan pencucian uang Koperasi Langit Biru (KLB) terus diusut. Kematian bos KLB Jaya Komara, pada Kamis 13 September 2012 lalu, tidak sanggup menghentikan proses hukum yang sudah berjalan.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Mabes Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan, pihaknya saat ini tengah mencari tersangka lain dalam kasus itu.

"Ya, di samping istrinya ini, kita masih mendalami. Ada beberapa orang yang juga bekerja di staf bagian keuangan. Itu masih akan terus dikumpulkan buktinya. Informasinya di antara mereka juga sudah tidak ada di tempat lagi," ujar Boy di Jakarta, Jumat (14/9/2012).

Boy menambahkan, pihaknya mengincar beberapa orang staf bagian keuangan KLB. Namun, hingga saat ini penyidik masih belum berhasil menemukan bukti kuat untuk menjerat pelaku.

Seperti diberitakan sebelumnya, KLB dibentuk oleh Jaya Komara pada Januari 2011 di Perum Bukit Cikasungka Blok ADF No 2,3,4, Desa Cikasungka, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang. Sejak pertama didirikan, KLB menawarkan keuntungan investasi hingga 10 persen.

Tak hanya itu, KLB juga menjanjikan keuntungan 30-40 persen, tergantung jenis paket yang diinginkan nasabah. Namun sejalan dengan berkembangnya nasabah, diketahui ternyata KLB tak memiliki izin koperasi simpan pinjam dengan dana dari masyarakat. KLB hanya memiliki izin mendirikan badan usaha.

Kendati begitu, masyarakat keburu nafsu dan tertarik dengan bisnis simpan pinjam yang ditawarkan KLB hingga membuat jumlahnya mencapai ribuan orang. Terdiri dari warga biasa, hingga pengusaha.

Pada Juni 2012, kejanggalan di koperasi itu mulai tercium. Sedikitnya empat orang nasabah melaporkan dugaan penipuan yang dilakukan KLB, karena untung yang dijanjikan tidak pernah datang. Awalnya keuntungan itu benar diberikan, tapi hanya berlangsung beberapa kali.

Akhirnya, seluruh nasabah KLB merasakan janji palsu dan penipuan yang dilakukan KLB. Kemudian, ratusan orang mendatangi kantor KLB di Tangerang dan merusaknya. Massa yang emosi juga sempat membongkar dan membuka brangkas uang KLB, tapi sudah kosong. Sedang Jaya Komara, telah kabur.

Jaya bersama sang istrinya diciduk di Hotel Kalsa Indah, Jalan Veteran, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, pada Selasa 24 Juli 2012 sore. Lalu keduanya ditetapkan sebagai tersangka dan dijebloskan ke penjara. Pada Kamis 13 September 2012, Jaya ditemukan tewas terkena serangan jantung di tahanan Polres Tangerang Kota.
(san)
Berita Terkait
Gelapkan Rp1,7 Miliar,...
Gelapkan Rp1,7 Miliar, Aipda DS Dilaporkan di Propam Polda Sumsel
Terbukti Gelapkan Uang...
Terbukti Gelapkan Uang Jual Beli Kayu Rp3,6 Miliar, Bos PT DTA Divonis 1 Tahun
Diduga Lakukan Penipuan,...
Diduga Lakukan Penipuan, Pasutri Ini Dijebloskan ke Tahanan Polda Metro
Ditipu Rp1,5 M, Pria...
Ditipu Rp1,5 M, Pria Asal Surabaya Langsung Polisikan Direktur 2 Perusahaan
Surat SP2HP Terbit,...
Surat SP2HP Terbit, Kuasa Hukum Pelapor: Hormati Proses Hukum yang Berjalan
Pelaku Penipuan yang...
Pelaku Penipuan yang Beraksi di Natuna Ditangkap di Batam
Berita Terkini
1 Orang Tewas dan 1...
1 Orang Tewas dan 1 Kritis Akibat Bentrokan di Jalan Tambak Menteng
11 menit yang lalu
Jambore Relawan NU Peduli...
Jambore Relawan NU Peduli se-Jateng, Gus Rozin Dorong Kesiapsiagaan Hadapi Bencana
19 menit yang lalu
Mencekam, 1 Orang Terkapar...
Mencekam, 1 Orang Terkapar Akibat Bentrokan Antarwarga di Jalan Tambak Menteng
53 menit yang lalu
Kemarau Meluas, BNPB...
Kemarau Meluas, BNPB Catat Karhutla Melanda 4 Daerah di Jawa Timur
1 jam yang lalu
Kepala Posko PRR Aceh...
Kepala Posko PRR Aceh Apresiasi TNI Bangun Jembatan Gantung di Kampung Reje Payung
1 jam yang lalu
Pendiri BSB Temukan...
Pendiri BSB Temukan Inovasi Teknologi Pirolisis, Ubah Sampah Jadi Bahan Bakar
2 jam yang lalu
Infografis
Daftar 23 Kombes Pol...
Daftar 23 Kombes Pol Pecah Bintang pada Mutasi Polri Mei 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved