Mahasiswa demo boikot film Innocence of Muslim
Jum'at, 14 September 2012 - 14:19 WIB
Mahasiswa demo boikot film Innocence of Muslim
A
A
A
Sindonews.com - Puluhan mahasiswa yang menamakan dirinya Forum Silaturahmi Lembagan Dakwah Kampus (FSLDK) Jawa Barat (Jabar) menggelar aksi demonstrasi, mengecam film Innocence of Muslim, di depan Gedung Sate, Bandung. Mahasiswa menilai, film berdurasi dua jam itu melukai umat Islam di seluruh dunia.
Koordinator Aksi FSLDK Jabar Ihsan Ahmad mengatakan, sebelum melakukan aksi, mahasiswa telah melakukan kajian dan menonton film tersebut secara bersama-sama. Setelah menonton, mahasiswa menilai, film itu sangat menyimpang dan jauh dari fakta sejarah.
"Kami aksi menolak film ini, tentu bukan tanpa dasar. Kami sudah menonton film itu di YouTube, kesimpulannya, film itu jauh dari fakta," ujar mahasiswa Universitas Padjajaran Bandung tersebut, di sela-sela aksinya, Jumat (14/9/2012).
Dia menambahkan, kajian film dilakukan pada Kamis 13 September 2012 oleh 10 orang perwakilan mahasiswa yang akan menggelar aksi. Setelah menonton, baru dilakukan penggalangan massa mahasiswa dari berbagai organisasi mahasiswa, di antaranya KAMMI dan organisasi dakwah kampus.
"Setelah melakukan kajian terhadap film, kita sepakat untuk menyatakan sikap lewat aksi ini, bahwa film itu tidak sesuai dengan fakta sejarah yang sebenarnya," tandasnya.
Di tempat yang sama, puluhan massa dari Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Jabar juga melakukan aksi serupa. Bahkan, HTI menuntut supaya pelaku pembuatan film dihukum mati. "Menuntut pelaku penghinaan ini dihukum mati," tegas juru bicara HTI Jabar Luthfi Afandi.
Koordinator Aksi FSLDK Jabar Ihsan Ahmad mengatakan, sebelum melakukan aksi, mahasiswa telah melakukan kajian dan menonton film tersebut secara bersama-sama. Setelah menonton, mahasiswa menilai, film itu sangat menyimpang dan jauh dari fakta sejarah.
"Kami aksi menolak film ini, tentu bukan tanpa dasar. Kami sudah menonton film itu di YouTube, kesimpulannya, film itu jauh dari fakta," ujar mahasiswa Universitas Padjajaran Bandung tersebut, di sela-sela aksinya, Jumat (14/9/2012).
Dia menambahkan, kajian film dilakukan pada Kamis 13 September 2012 oleh 10 orang perwakilan mahasiswa yang akan menggelar aksi. Setelah menonton, baru dilakukan penggalangan massa mahasiswa dari berbagai organisasi mahasiswa, di antaranya KAMMI dan organisasi dakwah kampus.
"Setelah melakukan kajian terhadap film, kita sepakat untuk menyatakan sikap lewat aksi ini, bahwa film itu tidak sesuai dengan fakta sejarah yang sebenarnya," tandasnya.
Di tempat yang sama, puluhan massa dari Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Jabar juga melakukan aksi serupa. Bahkan, HTI menuntut supaya pelaku pembuatan film dihukum mati. "Menuntut pelaku penghinaan ini dihukum mati," tegas juru bicara HTI Jabar Luthfi Afandi.
(san)