2012, Kabupaten Mateng terbentuk
Kamis, 13 September 2012 - 16:55 WIB
2012, Kabupaten Mateng terbentuk
A
A
A
Sindonews.com - Pada 2012 ini pemekaran wilayah di Sulawesi Barat akan dilaksanakan. Rencananya, Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) akan segera terbentuk menjadi wilayah baru.
Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar) Anwar Adnan Saleh mengungkapkan, Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) sebagai pemekaran dari Kabupaten Mamuju akan lahir pada 2012. Setelah itu, Kota Mamuju akan menyusul pada 2013.
"Sesuai perintah undang-undang, tidak boleh lagi ada ibu kota provinsi berstatus ibu kota kecamatan. Sehingga Sulbar akan memiliki enam kabupaten dan satu kotamadya," tuturnya dalam Pemprov Sulbar dan tokoh masyarakatnya dengan Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) ke-48 Lemhanas RI di Aula Kantor Gubernur Sulbar, Kamis (13/9/2012).
Terkait pembentukan Daerah otonomi Baru (DOB) ini DPR RI melihat Kabupaten Mateng lebih siap. Dua daerah lain yang menjadi prioritas pemerintah adalah Sofifi di Provinsi Maluku Utara dan Manokwari di Papua Barat.
Pada kesempatan itu Anwar juga memaparkan secara singkat sejarah berdirinya Sulbar dan perkembangannya. Disebutkan, pada tanggal 22 September 2004 secara resmi Sulbar terbentuk. Pada tanggal yang sama di 2012 ini, usia provinsi ke-33 ini genap delapan tahun.
Wilayah daratan Sulbar seluas 17 ribu kilometer persegi sedang laut memiliki luas lebih dari seribu kilometer persegi. Diungkapkan Adnan, pada ketinggian tertentu pada sore hari sering terlihat kapal tanker berbobot di atas 100 ribu ton melintas. Tujuan mereka adalah ke Australia, Cina, Korea dan negara-negara di Eropa.
Ketua rombongan PPRA ke-48 Lemhanas RI Marsda TNI Moch Barkah mengatakan, ada empat wilayah yang menjadi sasaran PPRA. Yakni Banten, Jambi, Maluku dan Sulbar.
"Kedatangan kami bersama rombongan untuk bersilaturahmi dan tatap muka dengan pemerintah dan tokoh masyarakat. Termasuk alumnus Lemhanas," katanya.
Di antara rombongan ada dua orang tenaga ahli, seorang liaison officer, seorang sekretaris rombongan dan seorang staf umum. Selain tokoh masyarakat, pertemuan ini juga dihadiri oleh para pengusaha dalam dan luar negeri.
Usai acara, mereka langsung menuju sejumlah lokasi bakal kawasan industri. Juga melihat langsung pabrik pengolahan rotan di Desa Belang-Belang, Kecamatan Kalukku Mamuju.
Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar) Anwar Adnan Saleh mengungkapkan, Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) sebagai pemekaran dari Kabupaten Mamuju akan lahir pada 2012. Setelah itu, Kota Mamuju akan menyusul pada 2013.
"Sesuai perintah undang-undang, tidak boleh lagi ada ibu kota provinsi berstatus ibu kota kecamatan. Sehingga Sulbar akan memiliki enam kabupaten dan satu kotamadya," tuturnya dalam Pemprov Sulbar dan tokoh masyarakatnya dengan Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) ke-48 Lemhanas RI di Aula Kantor Gubernur Sulbar, Kamis (13/9/2012).
Terkait pembentukan Daerah otonomi Baru (DOB) ini DPR RI melihat Kabupaten Mateng lebih siap. Dua daerah lain yang menjadi prioritas pemerintah adalah Sofifi di Provinsi Maluku Utara dan Manokwari di Papua Barat.
Pada kesempatan itu Anwar juga memaparkan secara singkat sejarah berdirinya Sulbar dan perkembangannya. Disebutkan, pada tanggal 22 September 2004 secara resmi Sulbar terbentuk. Pada tanggal yang sama di 2012 ini, usia provinsi ke-33 ini genap delapan tahun.
Wilayah daratan Sulbar seluas 17 ribu kilometer persegi sedang laut memiliki luas lebih dari seribu kilometer persegi. Diungkapkan Adnan, pada ketinggian tertentu pada sore hari sering terlihat kapal tanker berbobot di atas 100 ribu ton melintas. Tujuan mereka adalah ke Australia, Cina, Korea dan negara-negara di Eropa.
Ketua rombongan PPRA ke-48 Lemhanas RI Marsda TNI Moch Barkah mengatakan, ada empat wilayah yang menjadi sasaran PPRA. Yakni Banten, Jambi, Maluku dan Sulbar.
"Kedatangan kami bersama rombongan untuk bersilaturahmi dan tatap muka dengan pemerintah dan tokoh masyarakat. Termasuk alumnus Lemhanas," katanya.
Di antara rombongan ada dua orang tenaga ahli, seorang liaison officer, seorang sekretaris rombongan dan seorang staf umum. Selain tokoh masyarakat, pertemuan ini juga dihadiri oleh para pengusaha dalam dan luar negeri.
Usai acara, mereka langsung menuju sejumlah lokasi bakal kawasan industri. Juga melihat langsung pabrik pengolahan rotan di Desa Belang-Belang, Kecamatan Kalukku Mamuju.
(azh)