Renovasi Ribang Kemambang butuh Rp7 milyar

Rabu, 12 September 2012 - 21:00 WIB
Renovasi Ribang Kemambang...
Renovasi Ribang Kemambang butuh Rp7 milyar
A A A
Sindonews.com - Belum jelasnya status pengelolaan untuk menggandeng pihak ketiga Taman Wisata Alam (TWA) Ribang Kemambang, membuat Pemkab Lahat angkat bicara. Bupati Lahat, Saifudin Aswari Rivai tetap terbuka kepada siapapun lembaga ataupun orang yang ingin merenovasi taman wisata tersebut. Hanya saja, besaran dana yang harus digelontorkan cukup tinggi, yakni Rp6-7 Milyar agar taman yang juga cagar alam tumbuhan mahoni tersebut tetap lestari.

“Terus terang kita terbentur dana pengelolaannya. Meskipun taman ini merupakan aset pemerintah kabupaten, namun permasalahan sumber dana tetap menjadi permasalahan utama,” ungkap Aswari di Kantor Pemkab, Rabu (12/9/2012).

Aswari menilai dengan dana yang ada saat ini, dirasakan pengelolaan taman tidak akan maksimal. Meskipun Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) digenjot juga tidak akan berjalan. Oleh sebab itu, tangan Pemkab Lahat tetap terbuka kepada siapa pun yang ingin bekerjasama dengan kita, dengan catatan, tanah tersebut tetap milik Pemkab.

“Memang sudah ada beberapa pihak yang baru sekedar mengusulkan bagaimana mekanismenya, termasuk pengajuan BOT. Proses ini tidak mudakTapi tetap kita pertimbangkan mengingat tanah Ribang Kemambang merupakan tanah ulayat dan milik Pemkab Lahat,” tegasnya.

Aswari juga menyoroti selisih paham yang sempat timbul antara Karang Taruna Lahat dan Komisi IV DPRD Kabupaten Lahat. Tidak bermaksud berpihak kepada siapapun, Aswari menilai jika pernyataan DPRD tersebut memang benar adanya, sebab belum ada aturan yang mengikat.

“Komisi IV tersebut pada dasarnya sama dengan Bupati. Memang harus kembali ke Lahat. Makanya kita saat ini giat mencari pihak ketiga tersebut, yang sampai saat ini belum ada yang menghadap langsung kekita,” paparnya.

Ketua Komisi IV DPRD Lahat Erlansyah Rumsyah menyambut baik keinginan pihak ketiga untuk pengembangan taman wisata yang terletak tepat dijantung kota Lahat tersebut. Kendati demikian, ia mengingatkan agar status lahan tersebut segera diselesaikan terlebih dahulu.

Ia juga mengingatkan kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (disbudpar) selaku pihak pengelola taman wisata Ribang Kemambang, sebelum memulai pengembangan bersama karang taruna dan pihak ketiga, agar terlebih dahulu membuat surat perjanjian atau MoU.

“Dalam MoU tersebut harus jelas bagaimana sistem bagi hasil antara Pemda Lahat dan pihak ketiga sebagai pengelola.

Perhitungan untuk menyumbang PAD juga harus jelas, dan pembangunan taman wisata tersebut juga harus terarah dan berkala, sehingga tidak hanya mencari keuntungan semata, tetapi juga harus ada pengembangan,” pungkasnya.
(azh)
Berita Terkait
Menuju Tata Kelola Barang...
Menuju Tata Kelola Barang Milik Daerah yang Lebih Baik
Disorot KPK, 1.400 Aset...
Disorot KPK, 1.400 Aset Pemkot Palembang Belum Tersertifikasi
Pemkot Makassar Bakal...
Pemkot Makassar Bakal Evaluasi Kerjasama Pengelolaan Aset Karebosi
Dewan Minta Dugaan Penyerobotan...
Dewan Minta Dugaan Penyerobotan Fasum di Tello Segera Diselesaikan
Terminal Daya Mati Suri,...
Terminal Daya Mati Suri, Dewan Desak Percepat Penyelesaian Aset
Hindari Sengketa, BKAD...
Hindari Sengketa, BKAD Diminta Sertifikasi Seluruh Aset Kota Bogor
Berita Terkini
3 Pekerja Proyek Tewas...
3 Pekerja Proyek Tewas di Gorong-gorong Jaktim, Diduga Kehabisan Napas
1 jam yang lalu
Kapuspen TNI Tegaskan...
Kapuspen TNI Tegaskan Tak Ada Personel Datangi Polda Metro Jaya
1 jam yang lalu
Rantis Brimob Siaga...
Rantis Brimob Siaga di Mabes Polri di Tengah Pengusutan Dugaan Korupsi Batu Bara-Asabri
2 jam yang lalu
Pengamanan di Polda...
Pengamanan di Polda Metro Diperketat usai Penggeledahan, Puluhan Brimob Bersenjata Siaga
3 jam yang lalu
Rayakan Hari Jadi, Ancol...
Rayakan Hari Jadi, Ancol Gratiskan Tiket Masuk pada 10 Juli Besok
4 jam yang lalu
Latih Desa Binaan Hadapi...
Latih Desa Binaan Hadapi Bencana, Astra Gandeng BNPB Gelar Pelatihan Tanggap Darurat
4 jam yang lalu
Infografis
Untuk Membangun Kembali...
Untuk Membangun Kembali Kota Gaza, Palestina Butuh Rp868 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved